Kepahiang , Bengkulu — Persfektip.today – Pemerintah Desa Suro Ilir, Kecamatan Ujan Mas, resmi menggeber seluruh program pembangunan tahun anggaran 2026. Penetapan titik nol yang digelar Senin (27/4/2026) menjadi tanda dimulainya “mesin” pembangunan desa—namun sekaligus membuka ruang pengawasan publik secara luas.
Tak sekadar seremoni, momen ini langsung menyedot perhatian. Pasalnya, seluruh proyek—baik fisik maupun nonfisik—akan mulai berjalan, dan itu berarti penggunaan anggaran desa kini benar-benar memasuki fase krusial.
Dihadiri Kapolsek Ujan Mas, Camat, BPD, hingga pendamping desa, kegiatan ini mempertegas bahwa pengawasan lintas pihak akan ikut mengawal jalannya program.
Kepala Desa Suro Ilir, Edi, secara terbuka menegaskan komitmennya. Ia bahkan menyinggung soal potensi “temuan” yang kerap menjadi sorotan dalam pengelolaan anggaran desa.
“Ini bukan sekadar simbol. Ini awal dari tanggung jawab besar. Kami ingin semua kegiatan berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan tanpa temuan,” tegas Edi.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Pemerintah Desa Suro Ilir menyadari ketatnya sorotan terhadap pengelolaan dana desa di berbagai daerah.
Menariknya, penetapan titik nol ini juga menjadi semacam “alarm awal”—bahwa setiap rupiah anggaran yang digelontorkan kini berada dalam pantauan bersama, baik oleh aparat, pendamping, maupun masyarakat.
Di penghujung masa jabatannya, Edi menaruh harapan besar agar seluruh program tidak hanya tuntas secara administrasi, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan dimulainya seluruh agenda pembangunan ini, satu hal menjadi jelas: Desa Suro Ilir bukan hanya memulai pembangunan—tetapi juga memasuki fase pembuktian. transparansi benar-benar terwujud,
( Nandar )
