Mengenal varian baru Corona: Alpha, Beta, dan Delta yang mulai ditemukan di Indonesia

Penulis: Tiyas Septiana | Minggu, 11 Juli 2021 | 10:00 WIB

Jakarta | Perspektiftoday-Virus Corona mengalami mutasi sehingga menciptakan varian baru yang lebih kuat dibandingkan pendahulunya. Di Indonesia sudah beberapa varian baru dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. 

Bersumber dari unggahan Instagram Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mutasi adalah perubahan yang muncul saat virus bereplikasi. 

Mutasi virus tersebut terdiri dari substitusi (sinonimus dan non-sinonimus), delesi (seluruh asam amino hilang atau menjadi frame-shoft), dan insersi. 

Proses mutasi yang terjadi pada virus tersebut kemudian menyebabkan banyaknya variasi pada materi genetiknya. 

Variant of Concern (VoC) yaitu varian yang menjadi ancaman kesehatan, berasosiasi dengan peningkatan penularan yang dapat berakibat fatal, perubahan klinis, dan penurunan efektivitas tindakan pencegahan atau perubahan respons terhadap diagnostik, vaksin, dan obat.  

Varian baru Covid-19 di Indonesia

Ada tiga jenis VoC Covid yang terdeteksi di Indonesia saat ini yaitu B.1.1.7 (Alpha), B.1.351 (Beta) dan B.1.617.2 (Delta). Berikut ini penjelasan tentang masing-masing varian baru Covid. 

  • Varian Alpha

Varian virus Corona Alpha atau B.1.1.7 menyebabkan peningkatan kemampuan binding virus ke reseptor di sel manusia. Varian ini pertama kali ditemukan di Inggris dan biasa disebut dengan varian Inggris. 

Melansir Instagram BRIN, varian ini memiliki tingkat penularan mencapai 40-70 persen lebih menular dibandingkan varian lainnya. 

Tingkat delesi nya mencapai 69-70 dimana dapat mengganggu deteksi virus SARS-CoV-2 dengan menggunakan tes tertentu.  
  
Varian Alpha pertama kali ditemukan di Sumatera Selatan pada 5 Januari 2021 lalu. Jumlah total virus ini bersumber dari GISAID adalah 49 virus atau sebanyak 1,99 persen. 

  • Varian Beta

Varian baru Covid-19 ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Varian Beta atau B.1.351 diketahui dapat meningkatkan resiko infeksi ulang. 

Varian ini juga dapat menghindari antobodi monoklonal pada terapi dan mengurangi kemampuan antibodi netralisasi pada vaksin. 

Di Indonesia, varian Beta pertama kali ditemukan di Jakarta pada tanggal 25 Januari 2021 dengan jumlah sebanyak 7 virus atau 0,28 persen. 

  • Varian Delta

Varian baru Covid-19 yang baru-baru ini sering dibicarakan masyarakat adalah varian B.1617.2 atau Delta. Varian Covid yang dipercaya lebih menular ini pertama kali ditemukan di India. 

Pasien yang terkonfirmasi virus varian Delta memperlihatkan adanya penurunan kemampuan pengikat antibodi netralisasi dibanding dengan varian lain pada orang yang telah di vaksinasi lengkap. 

Tingkat penularannya mencapai 30-40 persen lebih menular dibandingkan varian Alpha dari Inggris. 

Berdasarkan GISAID, jumlah virus varian ini di Indonesia sebanyak 324 virus atau 13,13 persen. Varian Delta pertama kali ditemukan di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.