Perspektiftoday

Riau-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau sudah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus dugaan pelecehaan mahasiswi Univeristas Riau (UNRI).
Tujuh orang diperiksa sebagai saksi terdiri dari pihak kampus, korban dan pihak keluarga.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Sunarto.
Menurut dia, hingga kemarin Kamis (11/11/2021) tujuh saksi tersebut sudah menjalani pemeriksaan.
“Kasusnya sudah masuk ke tahap penyidikan,” kata Sunarto, Jumat (12/11/2021) dilansir dari Kompas.com
Selain memeriksa tujuh orang saksi, Polda Riau juga menyegel ruangan kerja terduga pelaku yakni dosen yang dilaporkan dalam kasus tersebut.
“Kita segel untuk kepentingan penyidikan,” kata dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, status Dekan FISIP UNRI tersebut masih sebagai terlapor.
Saat ditanya terkait SH yang melaporkan balik mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan, Sunarto mengatakan bahwa saat ini masih penyelidikan.
“Ya, laporan sudah kita terima. Kemudian ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Riau, karena yang dilaporkan terkait Undang-Undang ITE juga. Untuk saksi pelapor sudah dimintai keterangan, sementara itu,” ujar Sunarto.
Korban L merupakan mahasiswa Universitas Riau Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas FISIP angkatan 2018.
L curhat melalui video diduga mengalami pelecehan seksual.
Kemudian video tersebut diunggah oleh akun Instagram Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) yang bernama @komahi_ur.
L bercerita di dalam video tersebut dengan wajah disamarkan.
L mengaku dirinya dilecehkan seksual oleh Dekan Fakultas FISIP bernama Syafri Harto.
Saat itu kejadiannya pada Rabu (27/10/2021) sekira pukul 12.30 WIB.
“Saya hanya berdua di dalam ruang dekan. Bapak Syafri Harto mengawali pertanyaannya tentang pribadi saya, tentang kehidupan dan pekerjaan. Dia juga bilang ‘I love you’ kepada saya. Saya jadi tidak nyaman,” ungkap mahasiswi berinisial L.
Selesai bimbingan skripsi, korban lantas hendak pamit dari ruangan.
Namun saat itu korban mengaku pundaknya diremas dan terduga pelaku mendekatkan badannya ke korban.
“Setelah itu dia pegang kepala saya dengan kedua tangannya, terus mencium pipi kiri dan kening saya. Saya sangat ketakutan dan menundukkan kepala. Tapi Bapak Syafri Harto mendongakkan saya sambil berkata mana bibir, mana bibir, membuat saya merasa terhina dan terkejut,” akui mahasiswi itu.
Korban mengaku badannya lemas dan ketakutan. Ia kemudian mendorong tubuh terduga pelaku.
“Pas saya dorong dia bilang, ya udah kalau enggak mau. Saya langsung keluar dari ruang dekan dan keluar dari kampus dalam kondisi ketakutan.
Saya merasa sangat dilecehkan Bapak Syafri Harto. Saya merasa trauma berat,” ungkapnya.
