PERKENALAN MiChat Berujung Petaka, Wanita Muda Dihabisi Usai Izin Beli Pulsa, Pelaku Merasa Ditipu

Perspektiftoday

Samarinda-Kasus pembunuhan seorang wanita muda yang bernama Rabiatul Adawiyah (21) alias Atul yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam kamar 508 sebuah hotel di Kota Samarinda, Sabtu (16/10/2021) lalu kini sudah terungkap.

Pelaku adalah seorang pria bernama Rudy (23), warga Samarinda Seberang berhasil ditangkap polisi.

Kerja keras polisi selama sekitar tiga minggu akhirnya membuahkan hasil.

Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota dibantu Satreskrim Polresta Samarinda beserta Ditreskrim Polda Kaltim, akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Rudy di Kabupaten Kutai Barat pada Sabtu (6/11/2021) lalu.

Tidak ada perlawanan berarti dari tersangka saat dijemput paksa oleh di kediaman saudaranya.

Ia mengakui proses pengungkapan cukup lama sebab tersangka cukup lihai melarikan diri.

Hal itu didukung dengan tidak terlihatnya wajah korban di CCTV hotel.

“Usai melakukan tindak pidana itu (pembunuhan) korban tidak langsung pulang ke rumahnya. Tapi berpindah-pindah ke rumah rekannya, hingga beberapa hari kemudian kabur ke Kubar,” jelas AKBP Eko Budiarto di depan awak media.

Bersama dengan Rudi, ada juga Erwin yang menjadi tersangka atas kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau mucikari yang menjembatani pertemuan tersangka dan korban.

“ER (tersangka TPPO) lebih dulu kami tahan pada Rabu (27/10/2021) lalu. Dari pengakuannya, dia sudah menjadi mucikari selama 1 tahun lamanya,” terangnya.

“Tetapi antara korban dan mucikari tidak saling kenal. Hanya berkomunikasi melalui aplikasi michat,” terangnya. 

Berawal dari MiChat

Polisi membeberkan mengapa dan bagaimana Rudy (23) menghabisi nyawa Rabiatul Adawiyah alias Atul (21) yang dikenal dari aplikasi Michat.

Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto dalam press release di Mapolresta Samarinda, Senin (8/11/2021) menerangkan, tersangka sudah lebih dulu berkomunikasi dengan Erwin yang merupakan mucikari dari Atul untuk mencarikan wanita kencan.

Awalnya mucikari asal Kalimantan Selatan tersebut menawarkan 4 wanita penghibur, dan terpilihlah Atul.

Kemudian pada Sabtu (16/10/2021), Pukul 03.00 WITA, Rudy dan Atul sepakat untuk berkencan di salah satu hotel kawasan Pasar Pagi dalam kamar bernomor 508.

Sesampainya di dalam kamar, Rudy yang sudah kadung bernafsu langsung meminta gadis 21 tahun tersebut untuk melayaninya.

“Tapi korban minta uang muka atau setengah dari nilai yang mereka sepakati,” jelas AKBP Eko Budiarto.

Tersangka pun menyanggupi membayar uang yang diminta korban.

Namun lagi-lagi korban tidak langsung melayaninya dan meminta izin keluar untuk mengisi pulsa prabayar.

Mendapat tanggapan tersebut, Rudy lantas berfikir Atul berniat menipu dan kabur.

Tanpa menunggu lama, pemuda 23 tahun tersebut langsung membanting tubuh mungil Atul ke atas kasur dan membekapnya dengan bantal kepala.

Mendapat perlakukan kasar tersebut Atul langsung berontak dan sempat menendang Rudy serta mencoba untuk kabur.

Namun seolah sudah kerasukan iblis, Rudy langsung mendorong Atul hingga tersungkur di lantai.

Bukan berbaik hati, Pemuda yang sudah kalap tersebut langsung mengambil serpihan kaca dan menusuk tubuh mungil Atul secara membabi buta.

“Korban sudah sekarat, tersangka langsung kabur,” terang AKBP Eko Budiarto.

Tidak lama berselang, rekan para korban pun tiba di hotel pada Pukul 04.30 WITA.

Karena tidak memiliki kunci cadangan, rekan korban yang terdiri dari mucikari dan kekasihnya serta rekan seprofesi Atul pun meminta bagian teknis hotel untuk membuka paksa kamar 508 tersebut l.

“Pas mereka (rekan Atul) masuk itu korban masih sekarat. Karena takut, tiga orang ini langsung kabur dari hotel karena takut disalahkan,” bebernya.

Hingga akhirnya petugas tiba di lokasi kejadian sekitar Pukul 07.30 WITA Atul sudah tidak bisa tertolong akibat kehilangan banyak darah.

“Korban mengalami 25 luka tusukan. 17 di belakang, dan 8 di bagian perut,” jelasnya. 

Minta Maaf ke Keluarga Korban

Erwin selaku mucikari dari Rabiatul Adawiyah alias Atul mengatakan sudah lama mengenal wanita muda tersebut.

Namun Ia menerangkan, Atul yang lebih dulu mengajaknya ke Samarinda sejak akhir September lalu.

Bahkan terangnya, korban yang ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar sebuah hotel tersebut, akan menjamin transportasi dan konsumsi dirinya selama di Samarinda.

“Dia (Atul) chatt aku minta carikan pelanggan. Jadi Aku mau ke Samarinda nemenin dia dan kami booking kamar 506 dan 512. Sedangkan Dia di kamar 508,” terangnya saat ditemui media dalam press release di Mapolresta Samarinda pada Senin (8/11/2021).

Di hari nahas tewasnya Atul, atau Sabtu (16/10/2021) lalu, Ia mengatakan Rudy selaku pemesan dan juga tersangka sepakat bertemu rekannya tersebut pada Pukul 03.00 WITA.

Sedangkan Ia bersama kekasihnya menunggu di luar hotel.

Namun lanjutnya, hingga lewat 1 jam 30 menit, korban yang tak kunjung keluar kamar membuatnya khawatir dan lantas menyuruh kekasihnya mengetuk pintu kamar tersebut.

“Berkali-kali diketok enggak ada jawaban. Akhirnya kami minta bagian teknis bukakan pintu kamar korban,” bebernya.

Ketika pintu dibuka, mereka sudah melihat Atul dalam keadaan mengenaskan dengan sejumlah luka tusukan dan darah yang menggenang.

“Kami bingung mau ngapain. Jadi langsung pergi nyari teman yang berani hubungi petugas atau tim medis,” terangnya.

Namun terlambat, saat didatangi pada Pukul 07.30 WITA, tubuh wanita asal Banjarmasin tersebut sudah terbujur kaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *