
Perspektiftoday | Batam _ Partai Golongan Karya (Golkar) membagikan ratusan paket sembako kepada warga Kampung Aceh (Simpang Dam) Muka Kuning, sungai Beduk, Kota Batam.
Paket sembako tersebut diberikan ke masyarakat pada hari Rabu, 05 Januari 2022, bertempat di POSKO PEDULI BENCANA ALAM
Partai Golkar ,Sungai Beduk, yang bertempat di Kampung Aceh RT:002/014, Muka Kuning, Sungai Beduk.
H. Munawar Ketua Pengurus Golkar Sungai Beduk menyampaikan disela kesibukan membagikan paket sembako, bahwa Paket sembako yang diberikan ke masyarakat ini bersumber dari Progarm Pundi Amal Partai Golkar
Pundi Amal Peduli Bencana tersebut hasil kerjasama Yayasan Batam Madani Cemerlang (YBMC) Kota Batam serta penghimpunan Donasi dari para Kader & Simpatisan Golkar Kota Batam, yang dengan niat Iklas Berdonasi untuk masyarakat yang terkena dampak musibah banjir yang terjadi pada tanggal 31 desember 2021, seperti kita ketahui bahwa Kampung aceh terendam selama 24 Jam lebih dengan ketinggian air diatas 1 meter, banyak harta benda warga yang hanyut terbawa banjir bandang tersebut.
Pundi Amal Golkar masih terbuka untuk Kader Golkar dan simpatisan Golkar yang niat ilkas berdonasi untuk bencana banjir sampai tanggal 15 Januari 2022,
bagi masyarakat yang mau berdonasi paket sembako, pakaian, peralatan sekolah dan lain lain bisa di serhakan di POSKO PEDULI BENCANA GOLKAR Sungai Beduk.
Pembagian Paket Sembako dari Pundi Amal Golkar akan dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, InsyaAllah Paket Sembako akan kembali dibagikan kepada masyarakat pada hari Sabtu, 8 Januari 2022 atau sampai tersedia dana yang cukupi untuk pembelian paket sembako, adapun paket sembako tersebut senilai Rp.100 ribu.
H.Munawar, menghimbau kepada masyarakat Kota Batam untuk bisa mengulurkan tanganya , menyisihkan sedikit rejekinya, bersama sama turut berdonasi minimal satu paket sembako (Rp.100 ribu) untuk masyarakat yang terkena musibah banjir pada tanggal 31 desember 2021, berdasarakan pantaun dari lokasi masih banyak masyarakat yang mengungsi di Masjid dan tempat ibadah sekitar Muka Kuning, bahkan ada juga warga yang mengungsi samapi ke Bida Ayu, Mangsang
