
Perspektiftoday | Mukomuko-Kebakaran Lahan yang terjadi pada hari Senin (06/06/22) berlokasi Kel. Bandaratu Kec. Kota Mukomuko Kab. Mukomuko cukup menarik perhatian warga masyarakat karena terjadi di dekat Kota
Sat Samapta Polres Mukomuko yang di pimpin oleh AIPDA T SITEPU didampingi BRIPDA WELDY SEPTA I dan BRIPDA TRI WELDI ANDRELLA langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kebakaran bersama personil personel Polres lainnya dengan warga setempat berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya
Warga masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut memberikan dua jempol kepada aparat kepolisian bersama personil TNI dan Masyarakat yang telah bersinergi dan bahu membahu dalam rangka melaksanakan pemadaman api dengan segera tiba di lokasi dan melaksanakan pemadaman terhadap api yang membakar lahan, demikian tanggapan salah seorang warga.

Kapolres Mukomuko, AKBP Witdiardi, SIK MH melalui AIPDA T SITEPU menyampaikan bahwa penanganan kebakaran lahan dan hutan harus segera mendapatkan penanganan yang serius baik siang atau malam, jam kerja ataupun hari libur karena jika penanganannya lambat selain dapat membahayakan kesehatan masyarakat juga dapat menimbulkan kerugian materi berupa kebakaran rumah dan fasilitas lainnya dan beruntung kebakaran lahan ini belum sempat meluas dan sudah dapat ditangani tambahnya.
Diketahui Pemilik Lahan a.n : EDI MULYA KARYA, Luas lahan seluas 70 Ha, Luas yang terbakar ± 5 Ha,- Penggurus lahan a.n : IWAN, Lahan tersebut merupakan lahan kelapa sawit dengan kondisi tanah gambut.
Pantauan wartawan, proses pemadaman yang di lakukan Tim Gabungan dilakukan dengan berbagai cara, termasuk bergotong- royong menggunakan dahan-dahan pohon sebagai senjata pengusir api.
Kapolres Mukomuko, AKBP Witdiardi, SIK MH, melalui AIPDA T SITEPU, mengaku, berkat kerjasama Tim Gabungan dan peran serta masyrakat, sekitar pukul 14.00 WIB, api berhasil dijinakkan. Menurut AIPDA T SITEPU, penyebab munculnya sumber api masih dalam tahap penyelidikan polisi.
“Dugaan sementara, (penyebab kebakaran) karena kondisi musim kemarau yang memicu cuaca panas disertai angin kencang, ditambah dengan adanya ilalang rimbun, sehingga dengan cepat api menghanguskan lahan itu,” jelas AIPDA T SITEPU.
Hingga kini, kata AIPDA T SITEPU, belum ada laporan kerugian materil mengenai insiden tersebut.
“Kami ucapkan terimakasih kepada semua petugas gabungan yang dilibatkan dalam proses pemadaman ini atas sinergitas dan kerja kerasnya, sehingga api bisa dipadamkan,” ucap AIPDA T SITEPU
Kendati begitu, menurut AIPDA T SITEPU, potensi ancaman kebakaran masih ada, sehingga dia mengajak semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat setempat untuk peduli terhadap lingkungan.
AIPDA T SITEPU mengajak semua lapisan masyarakat khususnya pemilik lahan kosong, baik yang berada di perbukitan dan pengunungan agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan perkebunan.
“Sebab, bisa merugikan diri kita sendiri dan masyarakat lain,” pungkas AIPDA T SITEPU .[Arios]
