Bertepatan Dengan Momen Hari Jadi Desa ke 41, dan HUT RI ke 78 Tahun 2023 Sekaligus Sambut Tahun Baru Hijriah 1445, Pemdes Babakan Bogor Gelar Sedekah Bumi

Perspektiftoday | Kepahiang-Upacara sedekah bumi sendiri adalah tradisi yang selalu dilakukan masyarakat desa babagan bogor yg digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa karena telah memberikan bumi tempat kita berpijak dengan segala rezeki berupa hasil bumi untuk keberlangsungan hidup manusia.

Acara ini digelar di balai desa babagan bogor bertempat yg dianggap sakral biasanya di halaman masjid atau lapangan.kebetulan ini di halaman balai desanya yg kebetulan juga acaranya bertepatan dengan ulang tahun desa yg ke 41,serta acara 17 agustus 1945,yg ke 78
Seperti biasa upacara tradisional daerah kebanyakan, masyarakat akan menyajikan sesajen saat melakukan upacara Sedekah Bumi. Tetapi, seiring perkembangan zaman, sesajen ini hanya berupa simbolis untuk menghormati adat dan para orang tua saja, tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang mempunyai nilai magis.

Kades giran, menjelaskan umumnya upacara sedekah bumi adalah ritual tradisional yang dilakukan masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi “Masyarakat disini mayoritas adalah suku Jawa, hampir 90% malah” urainya

Beliau juga menyampaikan rangkaian acara akan bnyak pergelaran acara lain tapi tidak di laksanakan hari ini,seperti lomba anak.anak,tarik tambang,panjat pinang,dan lain-lainnya
Karna kebetulan juga berbarengan dengan ulang tahun desa ke 71 dan 17 agustus 1945 yg ke 78.
Ditambahkannya, bahwa upacara sedekah bumi dipercaya berawal dari penyebaran agama Islam di tanah Jawa dengan media wayang kulit oleh Sunan Kalijaga. Dalam pagelaran wayang kulit tersebut diselipkan makna atau pesan-pesan tentang materi keislaman yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam.

Imam desa babagan bogor juga menyampaikan tausiahnya mengajak masyarakat untuk tetap meneruskan warisan leluhur budaya bangsa tanpa melanggar nilai-nilai keislaman.

“Zaman sekarang zaman edan, wayangan sudah banyak diganti dengan joget-jogetan, hal-hal yang jauh dari cinta tanah air dan nilai-nilai islam, dimana letak bersyukurnya kalo begitu” ujar beliau

Ada juga sesepuh desa yang hadir dan ikut menyaksikan prosesi ruwatan menyatakan bahwa mendukung setiap tradisi masyarakat sebagai bentuk kekayaan dari masing-masing daerah asal tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan nilai-nilai keimanaan masyarakat.

Acara di hadiri,kades babagan bogor,perangkat desa,babinsa,babinkamtibmas,tokoh masyarakat dan semua masyarakat desa babakan Bogor.[MT/Adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *