
Jakarta | Perspektiftoday-Sebanyak 44 mantan pegawai KPK yang diberhentikan karena tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) akan dilantik menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) pada Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Polri) pada hari ini.
Sementara itu, 12 mantan pegawai KPK yang lain menolak menjadi ASN di Polri.
12 orang tak mau bergabung dengan Polri memiliki sejumlah alasan.
Mulai dari alasan ingin fokus ke keluarga hingga ingin membangun karir profesional di luar institusi negara.
Salah seorang yang menyetujui untuk bergabung dengan Polri adalah mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Dalam wawancara Karni Ilyas dengan Novel Baswedan yang ditayangkan pada kanal Youtube Karni Ilyas Clup pada Rabu (8/12/2021),
Novel Baswedan mengatakan, dengan bergabungnya ia dengan Polri maka perjuangannya dalam memberantas korupsi di tanah air akan tetap terbuka lebar.
Selain itu, Novel Baswedan juga mengatakan, dengan menjadi ASN Polri, kesempatannya untuk kembali mengabdi di KPK akan terbuka kembali.
“Kan sama-sama ASN,” sebutnya.
Salah satu titik perhatian Novel Baswedan dalam menjalankan tugas penanganan korupsi di Polri nanti adalah soal dugaan korupsi di bisnis tes PCR.
Ia mengatakan, dugaan Korupsi di bisnis PCR sangat besar.
“Harga pokok produksi untuk tes pcr di bawah Rp 200 ribu. Ini potensi korupsinya sangat besar,” sebut Novel.
Lebih dari itu, ia menyebutkan, korupsi di bisnis PCR adalah korupsi yang merusak tatanan hak azazi manusia.
“Ini bukan masalah korupsi. Ini masalah kemanusiaan dan masalah kepentingan publik yang mendasar,” sebutnya.
Novel Baswedan yakin, saat ini aparat penegak hukum tentunya sudah menjadikan ini sebagai titik perhatian dalam kasus penanganan korupsi.
Sementara itu, mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo mengatakan, mantan penyidik KPK yang bergabung ke Polri akan Pelototi Potensi Korupsi di 3 Hal Ini
“Kami akan fokus dalam penugasan-penugasan, yaitu pertama mengawasi dana Covid-19, yang kedua proyek proyek strategis nasional, dan kemudian yang terakhir dana pemulihan ekonomi nasional yang sangat kuat,” ucapnya.
(Elpis M)
