Perspektiftoday | Bengkulu Utara – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan jadi fasilitas masyarakat untuk berobat, namun sayangnya, tak semua rumah sakit sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,
Temuan di lapangan BPJS dan Ambullan tidak bisa di gunakan dan Ambullan untuk membawak pasien di kenalan biaya minyak, ada yang 200 dan ada juga 300 lebih ungkap warga Enggano, dari Rumah sakit kerumah Pasien.
Warga Enggano mengeluhkan kenapa BPJS tidak bisa di gunakan seperti Rumah yang ada di Bengkulu, setiap bulan BPJS kami bayar.
Awak media langsung menemui Kadis Kesehatan Bengkulu Utara di wakili oleh Pak Herman Prambudi, di saat tu Pak Kadis lagi keluar
Awak media menanyakan tentang Rumah sakit penggerak Enggano statusnya bukan Rumah sakit, di jawab oleh Pak Herman, di dalam peraturan itu Rumah sakit itu hanya ada satu, Rumah sakit kelas A, B, C, D, D pratama, Rumah sakit lapangan, baru Rumah sakit khusus, dan Rumah sakit bergerak,” ungkap Pak Herman
Rumah sakit itu namanya Fasilitas pelayanan rujukan tingkat lanjut, artinya pasien primer Puskesmas dalam artian merujuk kesini, status Rumah sakit Enggano tidak ada kelas, kelas D pratama itu sama pase primer, namanya tetap Rumah sakit,
Rumah sakit D pratama paling rendah, D pratama itu tidak bisa pasean primer merujuk, Pukesmas merujuk tidak bisa, kenapa? karna setara
Rumah sakit bergerak ketika di nilai oleh BPJS dredensia tidak bisa menjadi Rumah sakit tipe D, kenapa? Spesialis nya tidak ada, merujuknya ke Bengkulu, hal ini pihak Dinkes sudah bicarakan ke provinsi, siapa Dokter spesialis di tempat ke Enggano berapa pasiennya satu bulan hanya 4, 5 orang, untuk Dokter spesialis biaya bisa 100 juta duduk tampa pasien 100 juta (mahal), “pungkas Pak Herman.[ Veny M]
