Perspektiftoday

SEMARANG — Ada empat kejadian meninggal dunia mendadak di Kota Semarang, Minggu (31/10) dan Senin (1/11).
Empat orang itu ada yang meninggal di kamar hotel, pinggir jalan, maupun saat bekerja.
Kejadian pertama menimpa Sartono (63) warga Pandean Lamper, Gayamsari.
Dia ditemukan meninggal dunia diduga karena sakit di kamar nomor 928 Hotel Hanoman In, Semarang Barat, Minggu (31/10) sekira pukul 05.35 WIB.
Di kamar itu, Sartono bersama calon istrinya.
“Iya betul infonya bersama calon istri,” ujar relawan Semarang yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (2/11).
Kejadian bermula saat korban mengajak calon istrinya jalan-jalan pagi sekaligus sarapan di kawasan Bulustalan, Pasar Bulu dengan mengendarai sepeda motor.
Selepas sarapan mereka mampir ke rumah kakak korban di daerah Krapyak.

Selanjutnya, mereka berpamitan namun sesampainya di traffic light Hanoman, korban mengarahkan sepeda motornya ke Hotel Hanoman In dengan alasan hendak membicarakan hal penting ke calon istrinya.
Setiba di hotel mereka segera chek-in, petugas hotel lalu mengantarkan pasangan itu ke kamarnya.
Selang lima menit, petugas hotel mendengar teriakan calon istri korban lantaran korban tidak bergerak.
Petugas hotel lantas menghubungi ambulance hebat dan pihak kepolisian.
Peristiwa kedua menimpa goweser yang bernama Sugeng Priyono warga Gajahmungkur.
Ia meninggal dunia saat bersepeda bersama para rekannya sesama goweser.
Selepas melintasi trek menanjak tepatnya di tanjakan Gombel korban tiba-tiba terjatuh di depan Nasmoco, Gombel, Minggu (31/10) pagi.
“Iya betul kemarin ada info goweser senior meninggal dunia saat bersepeda di Nasmoco Gombel,” ujar Goweser Semarang Ayud (36), Selasa kemarin.
Menurutnya, peristiwa semacam itu bukan kali pertama. Ia mengatakan, dulu juga pernah ada goweser yang meninggal setelah melewati trek Gombel.
Bahkan, ia mengatakan bila lokasi meninggalnya pun sama dengan Sugeng. “Lokasi meninggal sama, di depan Nasmoco tersebut,” lanjutnya.
Dua kematian mendadak berikutnya terjadi di Semarang Tengah. Masing-masing menimpa
Peristiwa nahas itu menimpa dua buruh yang terjadi pada hari yang sama, Senin (1/11).
Mereka adalah Hendro Wahyu Kuncoro (51) warga Gedangan, Boja, Kendal dan Wawan Ariyanto (44) warga Trengguli, Karangkidul, Semarang.
Hendro bekerja di toko kasur di daerah Boja. Ia meninggal saat mengantarkan pesanan di toko kasur di Semarang Tengah.
Sedangkan Wawan adalah pekerja serabutan yang meninggal dunia saat memperbaiki talang rumah milik tetangganya.
“Dua korban tersebut meninggal dunia diduga lantaran sakit. Kedua keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah sehingga menolak untuk diautopsi,” ujar Kapolsek Semarang Tengah, AKP Indra Romantika kemari
