Diduga Akibat Jalan Amblas, Truk Bermuatan Pisang Tergelincir Hingga Terbalik

Perspektiftoday

Lebong ,Jalan Raya Lebong Curup tepatnya di   Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong, ambles dengan lebar dan kedalamannya mencapai 10 hingga 15 CM,.

Amblesnya Jalan Provinsi tersebut terjadi pada beberapa waktu lalu akibat tanah sekitar lokasi labil karena diguyur hujan secara terus menerus , namun tidak ada korban jiwa, tetapi  arus lalu lintas menjadi terganggu, kata Edi Tiger  (40) salah seorang Sopir truk bermuatan pisang .

Saat dimintai keterangan oleh media, Edi Tiger memaparkan, ketika kendaraan yang di bawanya melintas di lokasi jalan tersebut secara tidak dinyana mobil yang ia kemudikan mendadak oleng dan jatuh terbalik, mengakibatkan barang bawaan berserakan.

Kecelakaan itu diduga akibat tanah yang berada di bawah badan jalan yang kondisi amblas hingga mengabatkan tegulingnya kendaaraan.

“Memprihatinkan Jalan Raya Curup Lebong ini, padahal pihak kecamatan telah melayangkan surat, sebagai laporan untuk segera ditindak lanjuti pihak terkait, seperti dinas BPBD dan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lebong,”kata Edi Tiger di lokasi kejadian.

Ia mengatakan, sebelum polisi datang ke tempat lokasi, warga sudah mengantisipasinya dengan memberikan pengamanan berupa kayu atau batu, agar kendaraan yang lewat mengetahui bahwa jalan tersebut amblas.

“Jalan ini memang rawan sering terjadi kecelakaan, bahkan sampai merenggut nyawa pak. Ada perbaikan hanya tambal sulam serta kualitasnya diduga jelek,” kata Edi menambahkan.

Sementara itu Camat Rimbo Pengadang  mengaku mengetahui informasi amblasnya jalan tersebut , beberapa waktu lalu  dan langsung melayangkan surat ke Dinas terkait untuk segera dilakukan perbaikan jalan

” Saya langsung berkordinasi dengan pihak Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Bengkulu juga BPBD Provinsi Bengkulu. Ini satu satunya Akses menuju Kabupaten Lebong dari arah Linggau dan Kota Curup, jadi saya juga turut memonitoring disini sampai adanya perbaikan,” ujar Camat Rimbo Pengadang sambil menunjukan berkas pemberitahuan yang telah dilayangkan ke Dinas Provinsi tersebut.

Camat menjelaskan, titik lokasi rawan longsor ini bukan hanya disini melainkan ada di beberapa titik yang memang sudah pernah terjadi longsor. Namun demikian, berkat antisipasi pihak warga dan kepolisian selalu memberikan upaya pengamanan lalu lintas kepada para pengguna jalan.

“Amblasnya jalan ini akibat tanah labil, kontruksi jalan buruk, sehingga siring air tidak bisa menahan air dengan banyaknya sampah sehingga mengakibatkan longsor seperti ini,” katanya.

“Sampai hari ini jalan yang ambles tersebut belum ada penanganan dari instansi terkait,” kata salah seorang pengguna jalan yang juga alami kecelakaan saat melintas dilokasi

Untuk mencegah ada pengendara tergelincir, warga setempat membuat peringatan dengan mengikat tali di tiang sekitar lubang jalan juga mengurug namun itu bukan solusi karena urugan yang dilakukan warga kadang malah sebaliknya mengakibatkan kecelakaan, karena urugan yang tidak sama ketinggiannya dengan badan jalan kerap menimbulkan masslah serius.(Veni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *