Perspektiftoday

Radar Vera NG menjadi momok tersendiri bagi F-35 Amerika Serikat alias AS.
AS kebingungan mencari cara menangkal sapuan radar Vera NG yang bisa mendeteksi dengan mudah F-35 milik mereka.
Kemampuan siluman F-35 AS menjadi tak berguna di depan radar Vera NG.
Jet tempur siluman itu pasti terdeteksi radar Vera NG.
Tapi dimana radar ditempatkan dan berapa jumlahnya tidak ada yang tahu.
Dikutip dari era.aero, Vera NG merupakan radar buatan Omnipol Group, Ceko.
Ia merupakan radar pasif dimana tugasnya memang menjejak pesawat siluman.
Hal ini dibuat atas kebutuhan Ceko mengenai radar pasif.
Ceko sendiri pasti merasakan manfaat dari radar Vera NG dimana negara mereka akan dikelilingi jet tempur siluman di masa depan.
Maka kebutuhan akan radar pasif harus dicicil dari sekarang.
Adanya Vera NG menjadikan peperangan asimetris menjadi mungkin dilakukan terutama bagi Indonesia.
Sebab Indonesia saat ini belum memungkinkan melawan F-35 Australia dan J-20 China menggunakan sesama pesawat siluman.
Paling banter Indonesia hanya melawan penempur generasi kelima itu dengan Rafale.
Jika Rafale tak dibantu Vera NG maka ia akan kesulitan melacak keberadaan F-35.
Cara kerja operasinya cukup sederhana, jika Vera NG ditempatkan di Natuna maka ia akan menyapu area sejauh 400 km ke berbagai arah alias 360 derajat untuk mendeteksi keberadaan pesawat siluman.
Kebetulan di pulau Natuna ditempatkan beberapa jet tempur milik Indonesia sehingga jika target sudah diketahui lokasinya maka akan segera disergap.
Penyergapan musuh paling cepat dilakukan oleh Su-30 Indonesia yang memang trahnya sebagai interceptor.
Ketika sudah menemui target maka aparat Indonesia bisa melakukan force down, pengusiran atau hal yang tidak diinginkan yakni ditembak jatuh.
AS sendiri tak menyangka bila Ceko yang merupakan anggota NATO mampu membuat radar sehebat Vera NG.
Karena berpotensi merusak pasaran F-35 maka AS sampai harus melarang Ceko untuk menjual radar Vera NG ke negara lain.
Tapi yang sudah terlanjur macam ke Indonesia, AS telat mencegahnya.
Belum reda emosi AS karena F-35 cuma dijadikan ‘kambing mainan’ kini Vera NG kembali menyasar target lain.
Dikutip dari era.aero, nampak dalam brosurnya Vera NG mampu mendeteksi pembom siluman AS B-2 Spirit.
“Radar tradisional rentan, tidak dapat mendeteksi semua target dimana hal ini dibuktikan mereka tak bisa melacak pesawat tempur siluman,” jelas era.aero.
“Sistem Vera NG saat ini diakui sebagai sensor penting untuk pengawasan pertahanan udara di negara manapun,” tambahnya.
Jika B-2 Spirit mampu dideteksi oleh Vera NG maka jadi ‘warning’ bagi AS.
Sebab dalam tingkatan Radar Cross Section (RCS) nya, B-2 Spirit menempati urutan kedua sebagai pesawat yang sulit dideteksi radar.
Urutan ke-1 ditempati F-117 Night Hawk, namun pesawat siluman itu sudah dipensiunkan.
Jadi bisa disimpulkan mau B-2, F-35 dan F-22 semua bisa dideteksi oleh Vera NG.
Lebih mudah menembak jatuh B-2 Spirit karena kemampuan siluman yang menjadi andalannya sudah dilolosi, pesawat itu juga lambat sehingga menjatuhkannya tak menguras sumber daya berlebih.
Meski demikian Indonesia sebagai salah satu operator Vera NG wajib mempunyai jet tempur siluman sekelas F-35 karena sehebat apapun pertahanan udara tetap membutuhkan jet tempur sebagai elemen utamanya.*
