
Perspektiftoday | Mukomuko-Polres Mukomuko Memberikan Penghargaan Kepada Personel dan Relawan Vaksinator Berprestasi.
Penyerahan penghargaan itu dilakukan pada kegiatan apel Penyerahan Piagam Penghargaan di di halaman Mapolres Mukomuko, Kamis (16/12/2021).
Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi yang bertindak sebagai inspektur upacara pada kegiatan tersebut mengatakan, penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja personel dan relawan, hingga program vaksinasi berjalan lancar di daerah ini.

“Ini bentuk apresiasi kita atas kinerja personel dan relawan vaksinator berprestasi, yang berupaya keras menyukseskan program vaksinasi di daerah ini,” kata Kapolres.
Pemberian Piagam Penghargaan Kepada Tim Vaksinator Klinik Medika Bhayangkara 12 Polres Mukomuko, Yg Mana Sesuai Data P-Care Medika 12 polres Mukomuko telah menyuntikkan lebih dari 20.000 dosis vaksin.

Adapun penerima penghargaan adalah:
1. IPDA Agus Sulaiman selaku koordinator lapangan Tim Vaksinator Medika 12 Polres Mukomuko.
2. ESTI Mahasiswi STIKES relawan pada Medika 12 Polres Mukomuko. Relawan ini terbentuk berkat MOU Kapolda Bengkulu dengan Sekolah Tinggi / Universitas / Akademi di Bengkulu, dengan Jumlah relawan di Mukomuko sebnayak 18 mahasiswa/mahasiswi dari total 969 orang relawan SE Provinsi Bengkulu.
3. ANITA adalah Bhayangkari yang turut aktif dalam giat vaksinasi.
4. WAHID adalah pendakwah yang turut mensukseskan giat vaksin pada tanggal 13 November 2021 di Kecamatan Penarik dengan jumlah peserta 500 orang dan aktif mengunjungi pasien bersama Polsek untuk memberikan dukungan doa & dukungan moril kepada warga yang sedang sakit.

“Hari ini kita adakan upacara apresiasi kepada relawan. Relawan ini sudah membantu Vaksinasi. Ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi karena atas kerelaan mereka dengan ikhlas membantu terselenggaranya vaksinasi,” ujar Kapolres Witdiardi, Kamis (16/12/2021).
Dia menilai pelaksanaan Vaksinasi berjalan optimal. Namun kasus COVID-19 di Mukomuko masih fluktuatif sehingga edukasi vaksinasi kepada masyarakat masih diperlukan.
“Dibandingkan Amerika Serikat, Indonesia itu kasus positifnya masih naik-turun. Artinya, kita perlu vaksinasi agar terciptanya herd immunity. Masyarakat juga perlu mengurangi mobilitas dan menjalani protokol kesehatan,” katanya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, sambung Kapolres, memiliki vaksin yang cukup banyak. Sayangnya, jumlah tenaga kesehatan (nakes) masih minim. Karena itulah, kepolisian menggandeng beberapa elemen agar jumlah relawan nakes memadai.
“Alhamdulillah, karena ada bantuan, semuanya terasa ringan. Kami ucapkan terima kasih,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu relawan yang mendapatkan piagam penghargaan dari Polres Mukomuko, Wahid seorang pendakwah agama, menyebutkan senang bisa berpartisipasi dalam program ini. Dia pun berharap pandemi COVID-19 di Indonesia bisa segera berakhir agar masyarakat bisa kembali beraktivitas.
“Ya senang banget karena kita sebagai relawan cuma biasa-biasa saja, terus dapat piagam penghargaan. Jadi ya senang. Harapannya semoga pandemi bisa cepat berakhir,” kata Wahid pada media Perspektiftoday saat dibincangi di usai terima penghargaan .

Selama menjadi relawan, dia pun menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah mencari pasien untuk divaksinasi secara door to door.
Kepada masyarakat, dia meminta untuk segera divaksin. Wahid turut mendorong masyarakat agar tidak takut untuk disuntik vaksin.
“Masyarakat jangan takut divaksinasi karena vaksin itu aman, halal, dan juga nggak berat,” pungkasnya.
POLRES MUKOMUKO
Bekerja dan Mengabdi dengan
#IKHLAS
#SEMANGAT
#RESPONSIF
#PROAKTIF
#HUMANIS
#PROFESIONAL
[Arios]
