
PERSPEKTIFTODAY | BANDUNG-Tiga tersangka pemerkosa dan perdagangan anak di Kota Bandung memiliki perannya masing-masing dalam menjalankan aksi bejatnya.
Hal itu terungkap saat ungkap kasus pemerkosaan dan perdagangan anak di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (29/12).
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung, mengatakan para tersangka yang berinisial SV, IM, dan MS punya perannya masing-masing untuk menjebak korban hingga ditawarkan ke 17 pelaku lainnya.
Tersangka SV berperan menjemput para tamu dan merias korban sebelum bertemu dengan tamu.
“SV yang merupakan ABH atau anak berhadapan dengan hukum ini juga mengoperasikan akun MiChat serta memberi pinjaman baju,” kata Aswin.
Kemudian, tersangka IM (18) punya peran sebagai pemilik handphone dan membuat akun MiChat atas nama korban.
Biadabnya, sebelum dijual dalam aplikasi MiChat tersangka IM menyetubuhi terlebih dahulu korban.
Sementara tersangka lainnya yakni MS (18) ikut mengoperasikan akun MiChat dan berpura-pura sebagai korban dalam aplikasi tersebut.
“Sebelum dijual kepada tamu, korban TP lebih dulu disetubuhi di kamar indekos oleh IM,” tutur Aswin.
Korban, lanjut Aswin, dijanjikan akan dibelikan handphone agar mau melayani para lelaki hidung belang.
Para tersangka menjual korban TP dengan tarif mulai dari Rp 150 ribu sampai dengan Rp 400 ribu.
“Motif tersangka yakni ekonomi. Dalam BAP, tersangka mengaku (uangnya) untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi kalau dapat Rp 250 ribu untuk tersangka 1, sisanya (misal) Rp 100 ribu untuk tersangka 2, jadi dibagi-bagi,” ungkapnya.
Dalam perkara ini, Aswin menyebut pihaknya masih melakukan pengejaran kepada 17 pelaku lainnya.
“Dalam BAP jumlah tersangka ada 3 orang, tetapi masih ada 17 (pelaku) lainnya yang akan dilakukan penangkapan, ini sedang dikejar,” kata Aswin
