
Perspektiftoday | Mukomuko_Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Afriansyah ST MT yang didampingi Sekretaris Dinas Elxandi Ultria beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut mengatakan,” beberapa tenaga penyuluh pertanian yang ada di Dinas Pertanian, berasal dari PNS, P3K dan Swadaya, yang semuanya memiliki tugas penyuluhan (pertanian, Perkebunan dan perternakan) dan sebagai penyuluh mereka juga ada tambahan tugas yang kita berikan sesuai dengan kajian yang ada, nantinya kedepan agar mereka mereka bisa fokus bekerja dengan tupoksi masing-masing (pertanian, perkebunan dan peternakan) dengan kebutuhan tupoksi itu, kita dari dinas pertanian akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan penyuluhan, supaya didalam pembinaan kepada petani dilapangan tidak terjadi rangkap kerja, dikarenakan saat ini ada 1 tenaga penyuluh yang mengcover 3 desa, kedepan tenaga penyuluh disesuaikan dengan domisili agar rentang kerja mereka tidak terlalu berat, dan untuk rekrutmen penyuluh swadaya kita utamakan yang basic pendidikan berlatar pertanian, kebun dan peternakan, bisa juga diluar itu asalkan tenaga penyuluh itu sebagai pelaku utama, dalam artian dia memang sehari-harinya bekerja sebagai petani, pekebun dan peternak,” sebutnya.
Mantan Kadisporpora Kabupaten Mukomuko ini juga menyebutkan, kita sering mendapatkan program yang melibatkan seluruh penyuluh dan petani dikabupaten Mukomuko, salah satunya adalah Sejuta Program Pelatihan Sejuta Petani, selain itu para penyuluh kita juga mempunyai memiliki hubungan dengan pihak perusahan yang sudah menjadi mitra, dimana para penyuluh kita didatangi oleh perusahaan yang ingin mengenalkan produknya, disaat promosi sekaligus praktek nya dilakukan, disaat itulah para penyuluh kita mendapatkan ilmu dan wawasan pada kegiatan tersebut, nah inilah yang nantinya akan di bagikan kepada semua kawan penyuluh yang lain serta akan dipaparkan kepada para petani, peternak dan pekebun kita terkait manfaat dari produk perusahaan itu, dan kami tetap berupaya agar kemampuan para penyuluh semakin lebih baik dengan mengadakan kegiatan sekolah lapangan dan bekerja sama dengan pemerintah Provinsi yang setiap tahunnya diharapkan dapat terlaksana, dimana kita mengundang seluruh penyuluh kita yang ada, serta kita tetap mengusulkan para penyuluh kita agar mendapatkan pelatihan ke BPTP demi untuk meningkatkan kemampuan tenaga penyuluh kita, itu setiap tahun kita berangkatkan penyuluh kita ke BPTP ( Balai Pengkajian Teknologi Pertanian),” paparnya.
Dinas pertanian juga terus menerapkan inovasi terbarukan untuk menggenjot hasil pertanian di kabupaten Mukomuko,” awal tahun kemaren kawan kawan di BPTP memberikan semacam materi/pelatihan kepada para penyuluh kita, terkait teknologi pertanian yang berhubungan dengan situasi dan kondisi daerah kita, mereka mengenalkan inovasi terbarukan terkait peningkatan hasil pertanian kita, dan akhirnya kita dikenalkan dengan sistem penanaman jajar legowo sistem Zig-zag, ternyata hasil dilapangan itu berhasil, ini yang kita sampaikan kepada para petani kita, inovasi inovasi yang mampu untuk meningkatkan hasil pertanian para petani kita,” pungkasnya.
Kadis Pertanian Kabupaten Mukomuko berharap kepada para penyuluh dikabupaten Mukomuko untuk tetap semangat dan konsisten dalam menjalankan tupoksinya,” dari sekian banyak tenaga PPL Swadaya yang sudah direkrut, diharapkan dalam melaksanakan tugas benar benar menerapkan ilmu yang dimiliki untuk melaksanakan pembinaan kepada para petani, dikarenakan kemampuan para petani kita sebagian masih belum menguasai teknologi maupun Inovasi inovasi yang baru, karena teknologi yang terus berubah-ubah (dinamis) maka dari inilah diperlukannya sharing ilmu, sharing teknologi dan inovasi inovasi yang ada supaya bisa saling menerapkan dan tentunya kita bersama sama mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk kemajuan sektor pertanian di daerah ini, sehingga petani dikabupaten Mukomuko dapat lebih sejahtera, maju, mandiri dan berdaya saing,” tegasnya mengakhiri.(ABS)
