
Perspektiftoday | Religi-Perayaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan tradisi umat muslim secara turun temurun hingga sekarang.
Selain itu ada banyak kisah keajaiban yang terjadi pada saat perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya seorang putri yang bangkit dari kematiannya.
Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi kisah keajaiban yang terjadi pada saat perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu seorang putri beragama Nasrani yang bangkit dari kematian atau hidup kembali setelah dinyatakan meninggal.
Namun sebelumnya perlu kita ingat kembali, bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin, tanggal 12 Robi’ul Awal yang dinamakan dengan Tahun Gajah.
Pada bulan Robi’ul Awal, banyak umat muslim yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai daerah bahkan diberbagai Negara yang mayoritas muslim.
Sebagian orang juga meyakini bahwa dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan berkah dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.
Berikut kisah keajaiban yang terjadi pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dikutip dari Kanal YouTube Assabil TV.
Kisah keajaiban yang terjadi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad ini datang dari negara Libanon. Warga di sana biasanya merayakan maulid Nabi dengan menembakkan senjata api ke atas untuk menunjukkan kegembiraannya.
Tradisi ini dilakukan secara turun temurun hampir mirip dengan tradisi pernikahan di Arab pada umumnya.
Nah, suatu ketika ada seorang perempuan beragama nasrani ikut melihat perayaan tersebut, namun nasib naas malah menimpanya, peluru yang dilepaskan menyasar ke arah perempuan nasrani tersebut dan tembus tepat di kepalanya. Kemudian iapun bersimpuh darah dan jatuh ke tanah.
Sementara ibunya yang melihat kejadian tersebut berteriak dengan memanggil “wahai putriku wahai putriku” Dan segera membawa putrinya ke rumah sakit Ghasad Samud.
Sayangnya pihak rumah sakit tidak dapat berbuat banyak, sebab pendarahan di kepala terlalu banyak, dan akhirnya pihak rumah sakit menyarankan agar segera dibawa ke rumah di Amerika Serikat yang lebih kompeten dan lengkap fasilitasnya.
Akan tetapi kondisinya semakin parah dan sudah diambang ajal, dan pihak dokterpun tidak bisa berbuat banyak.
Sementara ibunya karena panik penuh kecewa dan marah, diapun menjerit sambil berkata “dimanakah Engkau wahai Muhammad? Lihatlah apa yang dilakukan kepada putriku pada hari kelahiranmu”. Teriakan ini tentu untuk menghardik Nabi Muhammad SAW.
Pada saat itupun dokter memastikan bahwa putrinya sudah meninggal dan kedua dokter mempersilahkan untuk melihat putrinya untuk yang terakhir kalinya. Dengan lemas dan dituntun sang ibu Nasrani tersebut masuk ke ruangan tempat putrinya dirawat.
Kemudian sebuah keajaiban terjadi, ketika sang ibu telah ada di dalam ruangan, ia melihat putrinya sedang duduk di tepi tempat tidur dalam kondisi sehat bugar dan berkata “ibu, ibu, tutup kembali pintu dan jendelanya, biarkan ia keluar”.
Antara percaya dan tidak, ibunya yang bingung langsung bertanya ” Siapa wahai putriku?” Sambil mendekati putrinya dan memastikan bahwa kondisi putrinya baik baik saja.
Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal, selain sehat dan bugar, bercak darah dan luka bekas tembak di kepala putri nasrani tersebut juga menghilang.
“Putriku, apa yang terjadi? ” Tanya ibunya. Kemudian putrinya menjawab sambil kegirangan, “ibu, Ia datang mengelus kepalaku sambil tersenyum”. Kemudian ibunya bertanya lagi ” Dia siapa, putriku?” “Muhammad bu, Muhammad” Jawab putri nasrani tersebut. “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah” Ucap putri nasrani tersebut.
Ternyata teriakan ibu nasrani tersebut disambut oleh Nabi yang Agung, yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau hadir dengan kelembutan dan cahaya penerangan bagi kegelapan.
Kemudian syahadat yang diucapkan oleh putri nasrani itu, diikuti pula oleh para Dokter yang menyaksikan peristiwa tersebut, dan diikuti juga warga desa tempat tinggal putri nasrani tersebut.
Itulah tadi kisah keajaiban yang terjadi pada peristiwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu seorang Putri Nasrani yang hidup kembali setelah dinyatakan meninggal atau bangkit dari kematian.
[MT]
