Perspektif.today_Rejang Lebong-Pemerintah Desa Kampung Melayu Kecamatan Bermani Ulu telah merealisasikan anggaran dana desa (DD) tahap awal tahun anggaran 2025.
Realisasi anggaran DD tahap pertama ini dilakukan dengan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tiga bulan pertama sebesar Rp 900 ribu kepada 33 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Senin (26/5) bertempat di kantor desa setempat.
Kepala Desa Kampung Melayu selepas penyaluran BLT DD mengimbau dan menegaskan kepada KPM agar memanfaatkan bantuan untuk keperluan mendesak, serta kebutuhan sehari-hari.

“Gunakan lah uang bantuan dari Pemerintah untuk keperluan mendesak, serta kebutuhan sehari-hari. Jangan digunakan untuk berpoya-poya saja,” tegas Kades.
Pada kesempatan yang sama Pemerintah Desa Kampung Melayu usai penyaluran BLTDD melanjutkan kegiatan dengan musyawarah pra pelaksanaan kegiatan yang sekaligus Titik Nol pembangunan fisik berupa SPAL dari pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Kepala Desa Kampung Melayu, Handoyo, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pembangunan SPAL ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial seperti BLT.
Sekretaris Kecamatan Bermani Ulu, Ren Suryadi. Turut hadir dan menyampaikan harapan agar seluruh pihak dapat bersinergi dalam mendukung pembangunan di desa, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa Ibu Repi Eriani , Ketua BPD beserta anggota, perwakilan dari BMA, TA, PD, PLD serta seluruh jajaran Pemerintah Desa Kampung Melayu
Titik nol yang dilakukan oleh Pemdes Kampung Melayu bersama BPD yang disaksikan oleh pihak Kecamatan Bermani Ulu, Pendamping Desa dan Bhabinkamtibmas serta perwakilan masyarakat untuk pekerjaan pembangunan SPAL, sesuai hasil Musdes beberapa waktu lalu
Kades Kampung Melayu, Handoyo mengharapkan kerjasama pihak BPD dan masyarakat untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap pekerjaan yang dikerjakan melalui Dana Desa (DD) agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ke depan.
“Silahkan awasi pekerjaan yang akan berlangsung. Harapan kita pekerjaan ini sesuai dengan yang kita inginkan dan mari sama-sama kita jaga dan rawat untuk penggunaan jangka panjang,” tutur Kades.
“Melalui titik nol ini, kami menandai dimulainya pekerjaan pembangunan fisik yang dibiayai dari Dana Desa 2025. Semoga berjalan lancar dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Handoyo saat ditemui Perspektif.today usai acara.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan pengawasan dari berbagai unsur masyarakat.
Pemerintah Desa Kampung Melayu mengajak seluruh lapisan warga untuk mendukung dan mengawal jalannya pembangunan, demi menciptakan desa yang lebih maju dan sejahtera.[NDR/Adv]
