SMP Negeri 16 Mukomuko Kekuranangan Tenaga Pengajar, TU dan Ruang Kelas

Mukomuko | Perspektiftoday-SMP Negeri 16  Mukomuko  membutuhkan tambahan ruang kelas yang baru. Jumlah siswa yang terus bertambah, membuat sejumlah siswa baru tidak kebagian ruangan kelas.

Berdasarkan Permen Diknas No.25 dan No. 26 Tahun 2017, setiap kelas maksimal berisi 32 peserta didik.

Agar sesuai dengan Permen tersebut, siswa harus dibagi ke dalam 6 ruang kelas dari 8 lokal kelas yang dibutuhkan.

Kepala SMP Negeri 16 Mukomuko Yasid Bustami, S.Pd  mengatakan, tahun 2021 pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan dua ruangan kelas baru kepada Pemda Mukomuko melalui Dinas Pendidikan .

 “Kita sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan untuk penambahan dua ruang kelas baru. Namun hingga sekarang pembanguan gedung tak kunjung dibangun,” tutur Kepala Sekolah saat ditemui Media Perspektiftoday  di ruang kerjanya, Kamis (26/08/2021) kemarin.

Di samping itu kami dari pihak sekolah juga membutuhkan   guru Mapel PPKn dan Tenaga Kantor untuk bagian Tata Usaha (TU), kami mengharapkan pihak pemerintah daerah kabupaten Mukomuko bisa segera merealisasikan .

Kami dari pihak sekolah sudah berupaya untuk mengajukan  proposal kepada pihak Pemerintah daerah Mukomuko  melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko, namun hingga sampai saat ini belum ada tanggapan .

Kepala Sekolah SMP Negeri 16 Mukomuko yang beralamat di Desa Sungai Lintang Kecamatan V Koto mengharapkan Pihak Pemerintah Daerah Mukomuko segera merespon cepat, karena bagaimana mungkin kita bisa melakukan aktifitas belajar mengajar dengan nyaman bila ruang belajar kurang memenuhi kualifikasi sebagai ruang kelas yang sehat.

Sementara sekolah sehat harus memenuhi kualifikasi :

  • Memiliki lingkungan sekolah bersih, indah, tertib, rindang dan memiliki penghijauan yang memadai.
  • Memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah yang memadai dan representatif.
  • Memiliki air bersih yang memadai dan memenuhi syarat kesehatan.

Dalam upaya menguatkan nilai–nilai kebangsaan tidak hanya pelajar yang memiliki andil penuh. Dalam hal ini juga diperlukan peran dari pemerintah. Selain itu, peran guru juga sangat diperlukan. Sebagai contoh, guru dapat mengimplementasikan nilai kebangsaan itu dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga akan terjalin kerja sama antara guru dengan siswa.

Untuk itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, guru, dan siswa dalam upaya menguatkan nilai–nilai kebangsaan. Walaupun dalam hal ini siswa atau pelajar memiliki andil penuh karena pelajar merupakan asset bangsa dan tonggak pembangunan bangsa Indonesia dimasa mendatang.

Untuk melahirkan manusia Indonesia yang unggul itu, diperlukan suatu arah kebijakan pembangunan yang memprioritaskan pendidikan sebagai investasi masa depan. Sebagai investasi masa depan bangsa, maka pendidikan harus dimulai sejak anak usia dini sebagai program yang berkelanjutan dan sistemik yang dikemas dalam dalam berbagai program kebijakan, yang dimulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai dengan pendidikan tinggi. Untuk menyukseskan program tersebut dibutuhkan berbagai perbaikan dalam hal kebijakan pendidikan untuk semua anak bangsa, peningkatan kualitas pendidik dan  program pendidikan di Indonesia, terutama sarana dan prasarana belajar mengajar yang memadai.

Mudah-mudahan setelah diterbitkannya rilis berita ini, pihak yang berkompeten di Mukomuko segera melakukan cek lapangan kemudian menentukan kebijakan yang diharapakan para guru dan siswa di lingkunan SMP Negeri 16 Mukomuko. (Arios)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.