Perspektiftoday

Muba-Operasi Tangkap Tangan (OTT) kembali terjadi pada sejumlah pejabat strategis di Sumatera Selatan.
Kali ini menyeret nama Dodi Reza Alex Noerdin yang diamankan oleh pihak KPK pada Jumat malam (15/10/2021).
Sontak kabar ini membuat publik geger, dari informasi yang dihimpun Sripoku.com di lapangan rombongan KPK yang menangkap Dodi Alex Noerdin bertolak dari Gedung Kejati Sumsel menuju Bandara SMB II Palembang.
Gedung belakang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Muba mendadak diperiksa dan disegel beberapa petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.
Para petugas tersebut berjumlah sekitar 6 orang dengan menggunakan mobil jenis Innova warna abu-abu 2 mobil dan Avanza berwarna hitam.
Tampak pintu masuk depan gedung Dinas PUPR sudah dipasang stiker putih bertuliskan Dalam Pengawasan KPK.
Belum tahu prihal apa kasus yang menjerat orang nomor satu di Muba tersebut, namun jauh sebelum namanya diseret oleh pihak KPK, Dodi Reza adalah salah satu sosok pemimpin yang selalu jadi sorotan publik.
Sebut saja soal terobosan dan prestasi gemilang yang disematkan kepada suami Thia Yhufada ini selama ‘nakhodai’ Muba beberapa tahun belakangan.
Salah satu terobosan yang dilakukan oleh Bupati Dodi Reza Alex Noerdin bersama Wakil Bupati Beni Hernedi dalam hal memberantas angka pengangguran di Kabupaten Muba.
Yakini mendirikan Muba Vocation Centre (MVC) atau Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Migas pada Senin (27/9/2021) lalu menjelang HUT ke-65 Muba.
Terobosan ini dipastikan pertama di Indonesia, hanya terealisasi nyata di Bumi Serasan Sekate.
MVC tersebut didirikan sebagai langkah konkret menekan angka pengangguran sekaligus wujud nyata implementasi perekrutan tenaga kerja lokal di Kabupaten Muba.
“Vocation centre atau Pusat Pelatihan Kerja Daerah Migas akan berdiri di lahan seluas 11,2 hektare. Ini merupakan realisasi tindak lanjut kerja sama antara SKK Migas dengan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah berjalan sejak tahun 2020 lalu,” papar Dodi Reza kepada awak media beberapa waktu lalu.
MVC bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang industri. Keberadaan MVC dirancang sebagai embrio bagi lahirnya sebuah pusat kawasan vokasi industri di Muba.
“Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kualitas SDM, memfasilitasi lahirnya pengusaha baru, memfasilitasi pertumbuhan dunia usaha dan dunia industri, mengentaskan kemiskinan. Dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kapabilitas daerah,” ujar Dodi Reza yang juga Ketua Umum Kadin Sumatera Selatan.
Menurutnya, MVC atau PPKD Migas sudah ada sejak lama di Muba yakni bernama Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK).
“Namun kita akan upgrade menjadi MVC dengan lebih spesifik lagi serta lebih berkualitas,” kata Dodi Reza.
Realisasi ini juga merupakan kerja sama berkesinambungan dan mendapat dukungan bersama semua pihak yakni Pemkab Muba, SKK, perusahaan KKKS dan Petrotekno selama tiga tahun.
Pengembangan pusat pelatihan sertifikasi migas, baik pengembangan pelatihan maupun infrastruktur pelatihan melalui pembiayaan yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Peserta pelatihan tahap pertama terdiri dari 20 Rigger, 11 Scaffolder dan 10 orang Welder. Pelatihan tahap dua akan dilakukan setelah selesai tahap kesatu sambil menunggu kuota peserta Welder dan Pipe Fitter mencukupi. Pelatihan telah dimulai namun pembukaan resminya akan dilakukan pada Senin 27 September.
Ketua KPK Benarkan OTT di Muba
Firli Bahuri, Ketua KPK membenarkan pihaknya mengamankan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dalam operasi tangkap tangan (OTT) tadi malam, Jumat (15/10/2021).
Menurut Firli saat ini pihaknya masih bekerja pasca OTT tersebut.
Menurut dia, beberapa orang diamankan di Sekayu dan tadi malam Bupati Muba Dodi Reza diamankan ke Jakarta.
“Terima kepada masyarakat yang telah memberikan informasi tentang dugaan korupsi, KPK pasti tindaklanjuti,” kata dia, Sabtu (16/10/2021).
Dengan diamankannya beberapa orang, Firli berharap kasus tersebut bisa terang benderang sehingga pihaknya bisa menemukan para tersangka.
“Kita bertekad terus bekerja keras tanpa lelah untuk membebaskan NKRI dari praktik praktik korupsi,” kata dia.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin pada operasi tangkap tangan tadi malam, Jumat (15/10/2021).
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
“Benar, KPK telah melakukan kegiatan tangkap tangan di kabupaten Musi Banyuasin, penyelidik KPK masih bekerja mengumpulkan bukti-bukti dan mengamankan beberapa orang,” kata Ghufron, saat dihubungi, Sabtu (16/10/2021) dikutip dari Kompas.com.
Hanya saja Ghufron belum mengungkapkan siapa pihak pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.
Ia hanya menyebutkan, OTT itu berkaitan dengan dugaan korupsi mengenai pengadaan proyek infrastruktur.
“Mohon bersabar, kami masih menyelidik segera akan kami jelaskan lebih detail setelah penyelidikan,” ujar dia.
Sementara, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan, pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut tengah dimintai keterangan.
“KPK masih memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan sikap dari hasil pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung,” ujar Ali.
Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ., M.B.A. (lahir 1 November 1970) adalah Bupati Musi Banyuasin periode 2017-2022.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar dua periode yakni 2009-2014 dan 2014-2016.
Ia merupakan anak kandung dari mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin.
Dilansir dari Wikipedia, Dodi Reza Alex Noerdin terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) mewakili Dapil Sumatra Selatan I setelah memperoleh 203.246 suara.
Sejak masih muda, putra sulung Alex Noerdin ini telah menunjukkan banyak prestasi.
Saat SMA, ia berhasil mendapat beasiswa dari Depdikbud RI untuk mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antarnegara ke Kanada.
Ia meraih Sarjana Ekonomi di Belgia dengan predikat Grande Distinction atau High Honor serta skripsinya juga meraih Banque Bruxelles Lambert Prize Award sebagai karya skripsi terbaik se-Belgia.
Pada jenjang S2, ia kembali mengukir prestasi saat lulus dengan predikat Magna Cum Laude.
Tidak mengejutkan ketika kemudian ia mendapat beasiswa fellowship di Massachussets Institute of Technology (MIT), Cambridge, Massachusetts, USA pada tahun 2010.
Pendidikan Strata 3 Ia selesaikan di Universitas Padjadjaran pada tahun 2020 dengan meraih gelar Doktor di bidang Administrasi Publik dimana saat ini ia juga menjadi pengajar pada Universitas Sriwajaya pada program studi yang sama.
Pada tahun 2010 dan 2011, ia menjadi delegasi Indonesia dalam WTO Third Country Training Programme di Singapura.
Dodi Reza juga pernah berpartisipasi dalam Forum 100 Kepemimpinan Asia di Filipina tahun 2008.
Sebagai Anggota DPR RI, ia pernah memimpin Delegasi Parlemen RI di Annual Parliamentary Hearing pada Sidang Umum PBB tahun 2013 di New York, Amerika Serikat.
Pada saat menjabat Bupati, Dodi dikenal sebagai pejabat yang banyak berbicara di dunia internasional.
Dodi Reza Alex Noerdin membawa nama bangsa untuk memperjuangkan komoditas sawit Indonesia seperti pada Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (COP) di Polandia 2019 dan di Madrid 2020 dimana dirinya membawa cerita sukses Kabupaten Musi Banyuasin sebagai daerah komoditas sawit yang berkelanjutan karena Ia juga didaulat sebagai Ketua Umum Kabupaten Lestari (LTKL), yang berisikan kabupaten-kabupaten yang mengacu pada pembangunan hijau dan berkelanjutan.
Ayah dari putri kembar bernama Aletta dan Atalie serta suami dari mantan presenter MetroTV Thia Yufada ini, pernah pula menduduki pos jabatan Ketua Umum Pengprov PERBASI, Ketua Umum Perbasasi (Baseball dan Softball), Wakil Ketua Umum dan Anggota Majelis Sabuk Hitam INKAI, Pembina Skyland Motor Sport Sumsel, Presiden Sriwijaya Football Club (SFC), dan komisioner Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mewakili klub sepak bola se-Indonesia.
Kiprah dan pengabdiannya di bidang olahraga diakui pemerintah dengan memberikan pemegang DAN II karate ini sebagai Penggerak dan Pembina Olah Raga Terbaik se Indonesia oleh Presiden RI pada Haornas 2018.
Dodi Reza, yang kini adalah Ketua Umum KADIN Sumatera Selatan untuk periode kedua (2020-2025), juga pernah menjabat Ketua Komite Tetap Kerja Sama Ekonomi Regional KADIN Indonesia.
Pada bidang ekonomi syariah, Dodi pernah berdedikasi sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Sumsel 2008-2018.
Pada periode 2014-2019 Dodi Reza menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Investasi dan BUMN.
Salah satu sumbangsihnya kepada daerah pemilihan dibuktikan pada saat memperjuangkan alokasi anggaran untuk pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya sebagai jalan tol pertama di Sumatera Selatan.
Pada akhir 2016 Dodi mengundurkan diri dari DPR-RI karena mencalonkan diri menjadi Calon Bupati Musi Banyuasin pada Pilkada Serentak 2017, dimana ia didukung oleh 10 partai parlemen dan non parlemen. Dodi digantikan oleh Wasista Bambang Utoyo yang dilantik pada 10 Januari 2017.
(*)
