Bertajuk Salam Praja Wibawa, Bupati Empat Lawang Buka Pelatihan dan Pembinaan Mental dan Fisik Anggota Pol-PP Desa

Perspektiftoday

Empat Lawang-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus selalu bangga dan menjungjung tinggi kehormatan Satpol PP. Kemudian Satpol PP dituntut memberikan pelayanan yang cepat dan tepat atas ancaman, gangguan, halangan dan tantangan terkait ketenteraman dan ketertiban umum yang terjadi di masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad SSI SH MM MH  memeberikan kata sambutan dalam rangka Pembukaan Pelatihan dan Pembinaan Mental dan Fisik Anggota Pol PP Desa, Selasa 02/11/2021

“Satpol PP diharapkan membuka ruang dialog kepada lapisan masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang hendak diambil. Kemudian selalu peka terhadap perubahan-perubahan sosial yang terjadi, sehingga kita dapat melakukan langkah antisipatif. Serta meningkatkan jejaring kerja baik dengan sesama  Satpol PP maupun unsur-unsur lain yang mendukung tugas dan fungsi di lapangan,” harap Bupati Joncik.

Dengan adanya Program Pembinaan Mental dan Fisik Anggota Pol-PP Desa ini diharapkan kinerja pol pp desa semakin baik, Keamanan, Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan bagi Masyarakat semakin meningkat dan empat lawang semakin aman untuk mewujudkan Empat Lawang MADANI

Pembukaan Pelatihan dan Pembinaan Mental dan Fisik Anggota Pol-PP Desa.

Program ini dimaksudkan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Respek Pol-PP Desa yang berlangsung selama 10 hari mulai dari tanggal 02 November s/d 11 November 2021 mendatang yang difocuskan di Tebing Tinggi.

Saya haturkan rasa bangga dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada anggota Satpol PP atas pengabdian dalam mengemban tugas dan memberikan perlindungan serta pelayanan yang tulus demi mewujudkan rasa tertib, dan aman kepada masyarakat,” Ungkap Bupati Joncik.

Bupati Joncik  menghimbau kepada segenap komponen pemerintahan untuk bersama-sama menjalin kerjasama yang masif dan kondusif agar ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dapat memecah belah bangsa ini teratasi serta merubah paradigma dan meninggalkan pola pikir dari dilayani menjadi melayani.

Bimbingan Teknis dan Pendidikan Pelatihan ( Polisi Pamong Praja ) sangat diperlukan dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme Polisi Pamong Praja di setiap daerah, guna melakukan penertiban yang diamanahkan oleh undang undang maupun peraturan di setiap daerah tersebut.

Dengan bimbingan dan pelatihan oleh instrukstur yang berpengalaman di bidang tersebut, para peserta diklat Polisi Pamong Praja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Pelatihan Pemerintahan Daerah ( LP3D ) akan mendapatkan pemahaman yang diterapkan dalam tugas sehari-hari sebagai Polisi Pamong Praja di daerah masing-masing.

Lembaga Pendidikan Pelatihan Pemerintahan Daerah ( LP3D ) sebagai  penyelenggara bimtek satpol PP mengajukan undangan kepada Bapak/Ibu Pimpinan.

Bimtek Satpol PP

Materi mengenai pelatihan Satuan polisi pamon praja, intelejen Satuan polisi pamon praja, peningkatan kerja Satuan polisi pamon praja serta materi Satuan polisi pamon praja lainnya yang dapat dijadikan pilihan para peserta bimtek atau diklat antara lain sebagai berikut :

  1. Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Polisi Pamong Praja Dengan Pengenalan Tugas Pokok dan Fungsinya dalam Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Guna Membentuk Polisi Pamong Praja Yang Profesional dan Terlatih.
  2. Bimtek Peningkatan Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Agar Berdayaguna dan Berhasilguna dengan Pemahaman Tentang Standar Operasional Prosedur Penggunaan Senjata Api serta Pedoman Organisasi dan Tata Kerja dan Pedoman Pelaporan Satpol PP.
  3. Intelejen Satpol PP

“Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat juga saya harapkan agar senantiasa pro aktif melakukan pengamatan situasi dan kondisi di wilayah tempat tinggal masing-masing, dalam rangka deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum,” ungkap Joncik dengan nada menghimbau.

 Sejalan dengan hal tersebut, peran strategis Satpol PP harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah, tanpa perhatian yang serius dan dukungan oleh Pemerintah Daerah, maka hasil yang dicapai tidak akan optimal.

Diharapkan juga, Satpol PP akan diisi oleh orang­-orang yang profesional dan memiliki kompetensi di bidang tugasnya, sehingga tidak hanya mengandalkan otot dan seragamnya  semata, namun juga pikiran dan perasaannya.

“ Kewibawaan Satuan Polisi Pamong Praja bukan diukur dari pakaian dan atributnya, melainkan dari konsistensinya menegakkan aturan secara proporsional dan profesional. Di sinilah tonggak profesionalitas Satuan Polisi Pamong Praja dimulai, “ terang Bupati Joncik menambahkan.

Lebih lanjut kata Bupati Joncik, profesionalitas tugas Satpol PP tidak mungkin dapat terwujud tanpa didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Diantaranya Satpol PP hingga saat ini masih banyak yang belum memiliki gedung kantor yang memadai, sarana mobilitas yang cukup serta anggaran yang proporsional.

“Harapan saya, melalui dukungan dana alokasi khusus tersebut dapat menjadi pendorong Pemerintah Daerah untuk semakin memperhatikan eksistensi Satuan Polisi Pamong Praja sehingga tugas yang diemban dapat dilaksanakan secara optimal, “terangnya.

Bupati Joncik  juga mengungkapkan, Polisi Pamong Praja adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan kemampuan dan kewenangan lebih yang tidak dimiliki PNS lain. Oleh karena itu, sebagai anggota Satpol PP harus bangga dan menjunjung tinggi kehormatan dengan disiplin dan kinerja yang baik. (Adjie Satria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *