Perspektiftoday

Medan-Keberanian gadis berinisial Gracia membuatnya bisa lolos dari perampokan dan penyekapan.
Ia lolos dari perbuatan jahat seorang sopir taksi online.
Peluangnya untuk lolos sangat kecil, tapi peluang itu yang dimanfaatkan untuk meloloskan diri.
Gadis tersebut hampir menjadi korban penculikan seorang sopir taksi online.
Ia sempat disekap di dalam bagasi mobil dalam keadaan tangan dan kaki terikat.
Meski begitu, korban berhasil lolos dan menyelamatkan diri.
Kini, pelaku sudah ditangkap dan mendekam di Polsek Patumbak, Medan.
Kejadian bermula ketika gadis asal Jalan Brigjen Katamso, simpang Avroz, Medan itu memesan taksi online pada Kamis (25/11/2021) pukul 12.00 wib.
Menurut penjelasan polisi, awalnya Gracia memesan taksi online karena hendak menuju ke Jalan Multatuli.
Tak lama memesan taksi online, datang mobil yang hendak menjemput korban.
Namun, taksi online yang menjemput ini tidak mengantarkan korban ke tempat tujuan.
Sesampainya di Jalan Samanhudi Multatuli, tiba-tiba sang sopir memberhentikan mobilnya dan langsung masuk ke pintu belakang tempat korban duduk.
Setelah itu, korban langsung diikat kaki dan tangannya menggunakan tali pinggang pelaku.
Tidak hanya itu saja, mulut korban juga disumpal agar tidak teriak, dan matanya ditutup rapat.
Kemudian, pelaku memasukkan korban ke dalam bagasi mobil dengan kondisi meringkuk.
Lantas, driver taksi online itu mengubah arah tujuan menuju Patumbak.
Sesampainya di kantor camat Patumbak, korban melihat ada celah di bagian pintu belakang mobil.
Dengan modal nekat, korban membuka bagasi dan melompat keluar dari mobil saat mobil masih melaju.
Kaki dan tangan korban saat melompat pun masih dalam keadaan terikat.
Lokasi korban saat melompat dari mobil itu berada 3 km dari Polsek Patumbak.
Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago mengatakan sudah mengamankan pelaku.
“Benar, tapi nanti dipaparkan dengan bapak Kapolrestabes Medan. Saat ini pelaku sudah diamankan,” ucap Faidir,Jumat (26/11/2021).
Faidir mengatakan akan segera menggelar konferensi pers untuk mengungkap kasus penculikan ini.

Motif Pelaku
Saat pemaparan berlangsung, Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji cuma mengatakan bahwa pelaku memang benar sopir taksi online berinsiial NLT.
Adapun motif pelaku menculik dan mengikat korban, karena ingin menguasai harta yang dibawa korban.
“Korban dirampok di dalam mobil. Barang-barang milik korban diambil,” kata Sinuhaji, Jumat (26/11/2021).
Dia mengatakan, setelah merampas semua harta benda korban, NLT kemudian mengikat tangan, menyumpal mulut, dan menutup mata korban.
Selanjutnya, korban dipindahkan ke bagian bagasi mobil untuk dibuang ke tempat yang jauh.
Di perjalanan, ternyata korban berhasil melarikan diri.
Korban lompat dan terjatuh di kawasan Patumbak, persisnya sekitar tiga kilometer dari Polsek Patumbak.
“Adapun hasil penyelidikan, pelaku belum lama menjadi sopir taksi online,” kata Sinuhaji.
Dari hasil pemeriksaan, identitas pelaku sesuai dengan yang tertera di aplikasi.
Namun, nomor plat kendaraan berbeda dengan yang didaftarkan.
Saat diwawancarai, NLT mengaku nekat merampok karena melihat handphone milik korban.
Dia berdalih baru sekali menjalankan aksinya.
“Baru pertama ini, karena kebutuhan ekonomi. Jadi saya terpaksa mencuri,” kata bapak satu orang anak ini.
Sementara itu, orangtua korban, Alex Chandra mengaku kesal dengan pelaku.
“Ini sudah keterlaluan. Saya tidak bisa bayangkan jika terjadi sesuatu kepada anak gadis saya. Saya minta pelaku diproses sesuai hukum dan semoga kedepan tidak ada kejadian serupa,” ujarnya.
Kondisi Korban
Saat ini, korban sedang dirawat di rumah sakit.
Dilansir dari Instagram @medanheadline,news, terlihat korban terbaring lemah di sebuh anjang rumah sakit.
Kedua kaki korban itu mengalami luka cukup serius lantaran aksinya yang loncat dari mobil saat selamatkan diri dari penculikan.
Korban pun tampak berkali-kali meringis kesakitan.
Dokter terlihat sedang mengobati luka-luka yang ada di tubuh korban.
Tak hanya luka fisik, korban pun mengalami trauma cukup berat lantaran musibah tersebut.
Sementara itu, keluarga korban berusaha menenangkan korban.
