
PERSPEKTIFTODATY | LINGGA-Lingga,Adanya pemberitaan terkait masyarakat dusun (2) Desa Tekoli,kecamatan Temiang Pesisir,Kabupaten Lingga yang menolak pertambangan bauksit beroperasi,Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI),DPC Lingga angkat bicara.
“Melalui ketua LAMI Lingga Satriyadi,menyampaikan kepada media ini bahwa sikap yang diambil masyarakat Desa Tekoli,Kecamatan Temiang Pesisir itu adalah sikap dan tindakan yang benar dan wajar saja,kemungkinan dari pertambangan ingkar janji tidak sesuai perjanjian awal sebelum beroperasinya tambang di daerah/desa itu,salah satu nya reklamasi atau penghijauan kembali.
Selain negara mendapatkan anggaran pendapatan atau pajak negara dari setiap tambang yang beroperasi,pihak pertambangan juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat tepatnya dimana tempat suatu pertambangan itu berjalan atau beroperasi diantaranya:
- Membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,memprioritaskan penduduk Pribumi tempat tambang berjalan atau beroperasi.
- Dalam pendidikan,keagamaan,dan kegiatan social.
- Membentuk karakter kepemudaan yang aktif dalam mengawasi lingkungan terhadap dampak dari pertambangan itu sendiri. ” Selain dari sisi positif itu pihak perusahaan pertambangan juga harus melihat dari negatifnya,di saat perusahaan tambang tidak beroperasi lagi misalnya:
- Bekas galian/pertambangan mengakibatkan bersarang nyamuk,yang mengancam kesehatan Masyarakat tempatan bisa mengakibatkan demam berdarah (DBD).
- Tanah longsor karena di sekitar lubang bekas galian tidak dilakukan penghijauan kembali/reklamasi.
- Tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kalau dari perusahaan pertambangan tidak mau melakukan penghijauan/reklamasi sesuai perjanjian atau hasil kesepakatan di awal terhadap masyarakat saya rasa itu adalah pelanggaran,karena itu sudah termasuk perbuatan tidak menyenangkan kepada masyarakat setempat atau bisa dilaporkan ke kementerian untuk ditindaklanjuti sesuai perundang-undangan di NKRI kita ini,
tutur Satriyadi Ketua DPC LAMI Kabupaten Lingga kepada media ini.
(DESI M)
