
PERSPEKTIFTODAY | MUKOMUKO-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko , Plt Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko Ramdani ,memastikan telah menyiapkan mitigasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, juga tanah longsor dampak cuaca ekstrem akibat fenomena perubahan iklim La Nina.
BPBD Kabupaten Mukomuko pun mempersiapkan enam strategi hadapi bencana hidrometeorologi. Menyikapi bencana hidrometeorologi basah ini, Kepala BPBD Mukomuko Ramdani telah mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih dalam merespons fenomena La Nina di tengah musim hujan, Ramdani meminta jajaran untuk melakukan upaya-upaya antisipasi dampak La Nina.
Ramdani juga memberikan enam arahan untuk mitigasi bencana hidrometeorologi akibat fenomena ini. Pertama, melakukan apel kesiapsiagaan segenap personel dan perangkat di daerah, baik di tingkat Daerah Kecamatan maupun Desa atau Kelurahan. “Kedua, pendampingan penyusunan rencana kontinjensi di Kecamatan-Kecamatan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas dan curah hujan akibat La Nina,” ujar Ramdani saat dibincangi diruang kerja oleh Media Perspektiftoday, Senin (17/01/2022).
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ramdani terkait kesiapan Kantor BPBD Kabupaten Mukomuko dalam menghdapi Bencana Khuususnya di Wilayah Kabupaten Mukomuko mengungkapkan :
Dalam menghadapi Bencana di wil Kab Mukomuko kantor BPBD Kab Mukomuko akan membentuk satuan tugas dalam rangka persiapan pemerintah setempat dalam menghadapi bencana alam di daerah ini sampai saat ini baru sebatas menyiapkan draf surat keputusan Bupati terkait pembentukan satgas penanggulangan bencana di daerah ini.
Maksud pembentukan satgas ini sumber menjelaskan tujuan pembentuk Satgas penanggulangan bencana mengingat daerah Kabupaten Mukomuko diwarning oleh BNPB Pusat sebagai daerah dengan garis merah bencana alam gempa bumi. Wil Kab Mukomuko ada sebanyak 23 desa yang berada sepanjang pesisir pantai di daerah yang masuk sebagai wilayah yang rawan terkena gempa bumi dan Tsunami.
Berdasarkan data tahun 2021 wilayah desa Pesisir mengalami 3 kali bencana alam banjir yang berasal dari luapan Sungai Selagan dan Sungai Manjuto maka dari itu perlunya Manejemen yang baik dan untuk melakukan pekerjaan sehingga beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan seluruh instansi terkait di daerah maupun vertikal berjalan lancar.
Terkait anggaran yang akan digunakan dalam satgas ini Terkait dengan anggaran untuk biaya penanggulangan bencana alam berskala kecil cukup menggunakan anggaran yang ada di instansi ini seperti penyediaan dapur umum untuk makan warga yang menjadi korban bencana alam. Sedangkan anggaran penanggulangan bencana alam berskala besar menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT).[ARIOS]
