
BATAM _ Puluhan wanita karyawan Pabrik PT. Fuyuan Plastic Industry Tj. Uncang melakukan aksi demo didepan Gerbang masuk Pabrik PT. FPI berdekatan dengan Kawasan PT. JAYA Shipyard menunjukkan kekecewaannya kepada pihak Pimpinan dan pengelola Pabrik dikarenakan karyawan diberhentikan kerja secara sepihak. Pada rabu (09/03/2022) sekira siang hari. Kelurahan Tanjung Uncang – Batu – aji, Batam.

Sesuai rekaman video dari salah seorang sumber kepada awak media Karyawan yang berdemo meneriakkan kekecewaannya dengan tidak terima diberhentikan secara sepihak dilokasi kawasan pabrik dan selepas waktu demo karyawan membubarkan diri tanpa ada tanggapan dari Pihak Pengelola Pabrik.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang didapat awak media. Setelah mendatangi Tim Pemerhati pekerja juga salah seorang aktivis untuk menerima keluhan dan mendiskusikan dengan rekan LSM sebagai kontrol sosial di tempat Berbeda.
Beberapa karyawan pabrik sampaikan selama kerja jadi karyawan di PT. FPI tidak pernah merasakan adanya fasilitas yang mengikuti standard dari Pemerintah khususnya kota Batam seperti standart safety APD dan upah yang diterima selama ini tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarga bahkan masih dibawah standart UMK kota Batam.”, Selama ini kami ketahui keberadaan Pabrik PT. FPI menerima pekerja wanita dengan sistem target dengan Upah harian dibawah standart gaji UMK dan juga tanpa dibekali standart safety seperti APD Alat Pelindung Diri dari Perusahaan, pak. ” Ungkap nya. “,
ada juga karyawan cedera pada saat kerja namun hanya disuruh pulang tanpa diberi biaya perobatan dari pengelola Pabrik pak ‘, tegas nya. Inisial R menyampaikan selama ini Pihak Perusahaan Pabrik hanya mengharapkan pencapaian target pengerjaan dengan diimingi penambahan gaji sebesar Rp. 20 Rb jika tidak mencapai target dengan sisa yang banyak akan didenda sebesar Rp 30 Rb beberapa karyawan diperlakukan pihak Perusahaan dengan mengintervensi supaya merahasiakan apapun bentuk aturan dan kegiatan yang hanya menguntungkan pihak Perusahaan.
Dikarenakan situasi Pandemi covit selama ini sangat berpengaruh dampaknya kepada Perusahaan – Perusahaan besar maupun kecil dikota Batam ada banyak Perusahaan dibatam gulung tikar yang bergerak dalam Pengelolaaan pabrik daur ulang . “, Kami hanya menginginkan keadilan pak, tidak langsung diberhentikan begitu saja, karena diantara kami ada juga karyawan yang sudah lama kerja “, Katanya.
Ditempat yang berbeda awak media menemui salah seorang Tokoh pemerhati karyawan. mengatakan sangat menyayangkan atas sikap dari pihak Perusahaan atas apa yang diderita para wanita karena dizaman sekarang tidak ada lagi diskriminasi. “, Kita sudah menerima semua keluhan ibu atas sikap perusahaaan .
Kami bersama rekan akan berdiskusi dan segera melakukan tindak lanjut dengan menghubungi pihak perusahaan. Yah bu “, ujar Viktor Sihaloho aktivis didampingi rekan Pierton Ht. Barat, Mangarahut Sidabutar Rekan Lsm PIKAD kota BatamBatam Fernando Sitorus. Lanjutnya “, Bila Perlu jika tidak ada tanggapan dari Perusahaan kita akan konfirnasi ke Dinas Tenaga Kerja agar turun lakukan sidak kebetulan kenal baik dengan beliau . Kita minta dikaji kembali ijin Perusahaan tersebut “, tegas Viktor Sihaloho pemilik Media Cetak/online.
Setelah Pertemuannya dengan karyawan. Pantauan awak media “, Kami sangat berharap bapak dampingi kami dan keluhan kami dijawab pihak Perusahaan, pak. Gaji kami juga belum kami terima setelah diberitahu untuk kami diberhentikan pak “, Imbuhnya dengan nada sedih. Awak media menghubungi inisial D belom dapat respon diketahui sebagai Translet Dikarenakan Pimpinan Perusahaan adalah Pengusaha WNA asal Tiongkok.
Sampai berita ini diterbitkan awak media masih menunggu konfirmasi dari pihak Perusahaan untuk ditindak lanjuti ke instansi terkait.(Desi M)
