
Perspektiftoday | Lebong_Rencana pembukaan konektifitas baru di Kabupaten Lebong, bukanlah hal baru. Bahkan, wacana pembangunan jalan antar provinsi sudah berlangsung sejak lama.
Dan berkomitmen untuk memastikan Jalur Poros Tengah akan segera terwujud, karena jalan ini telah direncanakan sejak lama.
Di antaranya, jalan Lebong, Bengkulu menuju Merangin, Jambi. Hingga Lebong menuju Desa Sungai Keradak, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun.
Sebagai penunjang, wacana itu dimulai dari peningkatan beberapa jalan lokal. Seperti peningkatan jalan Uram Jaya-Turan Lalang hingga Talang Ulu menuju Danau Liang yang digadang-gadang sebagai konektivitas antar kabupaten melalui pengembangan jalan baru lintas tengah di Provinsi Bengkulu.
Dengan kondisi keuangan Lebong yang terbatas dan kawasan Lebong yang dikelilingi hutan lindung tentunya rencana pembangunan konektivitas baru tersebut perlu dukungan dari sektor anggaran hingga pihak terkait.
“Karena itu segala kendala dan dinamika di lapangan dapat disampaikan kepada kami,” ujar Plt Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-P) Kabupaten Lebong, Joni Prawinata melalui Kabid Bina Marga Haris Santoso saat dikonfirmasi tak menepis perencanaan yang sudah berlangsung sejak tahun 2012 silam tersebut.
Jalur tersebut sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lebong itu juga diprediksi dapat membangkitkan ekonomi di kedua daerah tersebut (Lebong Provinsi Bengkulu dan Daerah Tetangga, Ssarolangun Provinsi Jambi-Red).
Pemerintah kabupaten Lebong, tetap akan melanjutkan rencana pembangunan Jalur Poros , karena dianggap merupakan jalau yang dapat membangkitkan perekonomian di kedua daerah.
Dengan adanya jalur porosI, diharapkan ada efisiensi jarak tempuh sekitar 16 persen .
Sementara didalam kesempatan tersebut Bupati Lebong Kopli Ansori mengungkapkan, pembangunan Jalan Poros tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran akses konektivitas kendaraan dan mendukung pengembangan potensi ekonomi di kawasan kedua daerah tersebut.
“Tentu kita butuh dukungan semua pihak. Seperti kolaborasi dengan unsur DPRD Lebong hingga yudikatif,” kata Toso di ruang kerjanya, kemarin (7/3).
Dia mengutarakan, seperti wacana pembangunan poros tengah yang ditandatangani antar daerah di Provinsi Bengkulu, empat bupati tandatangani nota kesepahaman pada tahun 2018 lalu. Mereka adalah Bupati Lebong, Bupati Rejang Lebong, Bupati Kepahiang dan Bupati Bengkulu Tengah.
Salah satu jalur yang diwacanakan sebagai poros tengah mulai dari titik Kelurahan Tanjung Agung-Danau Liang-PGE Hulu Lais-Kecamatan Rimbo Pengadang.
“Perencanaan dari tahun 2012 yang di mana tahun anggaran 2018 di sepakati dengan 4 kabupaten menjadi jalan poros tengah yang menghubung lebong-rejang lebong-kepahiang-benteng dan bengkulu,” terang Toso.
Namun, dengan kondisi medan yang sulit tentunya membutuhkan anggaran yang besar hingga mengantongi izin dari pihak terkait. Mengingat kawasan tersebut masih dalam kawasan hutan lindung.
“Sempat mangkrak dilanjutkan lagi pelaksanaannya di tahun anggaran 2016. Dan dilanjutkan lagi tahun 2020 dan 2021,” sambungnya.
Dia tidak menampik, saat ini Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang jalan Lebong dengan nilai Rp 28 Miliar tertinggi di Bengkulu. Akan tetapi, ia menyebutkan pagu anggaran itu lebih difokuskan pada penanganan jalan utama yang biasa dilewati masyarakat setempat.
“Tantangan butuh nya anggaran yang tidak sedikit untuk merealisasikan jalan tersebut dan ado 5 titik. Jembatan yang harus dibangun serta membutuhkan anggaran sampai dengan 200 miliar,” beber Toso.
Ia berharap, semua pihak dapat bekerjasama dalam menjemput anggaran pusat untuk pembukaan konektifitas baru. Baik pembukaan konektivitas antar kabupaten maupun antar provinsi.
“Kajian teknis jalan ini akan tetap dibangun program pengembangan wilayah untuk jangka panjang dan mepersingkat jarak temput dari Lebong-Bengkulu. Mengingat lebong lumbung energi. Daerah tujuan wisata dan lumbung pangan,” pungkasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan, tetap menyambut baik aspirasi masyarakat maupun pihak terkait terkait rencana penuntasan jalan poros tengah tersebut.
“Apalagi selaku putra daerah, tentunya kita ingin yang terbaik. Tapi, semuanya ada tahapan yang harus kita lalui,” ungkapnya.
Ia meminta semua pihak tidak terpancing. Ia menyebutkan, pembangunan Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai menuju Nangai Tayau Kecamatan Amen, yang tuntas dikerjakan tahun 2021 lalu sudah sesuai dengan pagu anggaran. Tidak ada pengalihan jalan seperti yang beredar selama ini.
“Tidak ada pengalihan. Proyek ini merupakan lanjutan dari link pembangunan jalan segmen Tanjung Agung-Danau Liang, yang sudah dibangun sejak periode Bupati Lebong, Rosjonsyah. Bahkan, digadang-gadang menjadi jalan poros tengah,” ungkap Toso memeparkan.(Veni M)
