IDI Jabarkan Kriteria Orang-Orang yang Perlu Vaksin Dosis Ke-4

Perspektiftoday | Health_ANTIBODI yang bisa dibentuk oleh vaksin Covid-19 memang akan menurun seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu, pemberian booster dilakukan untuk memperkuat antibodi melawan Covid-19.

Tapi, jika antibodi terus mengalami penurunan apakah diperlukan ada vaksin Covid-19 dosis ke-4? Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menegaskan bahwa vaksin dosis ke-4 dirasa perlu untuk sekelompok masyarakat tertentu.

“Vaksin dosis keempat diperlukan untuk mereka yang memiliki kondisi kesehatan immunocompromised,” terang Prof Zubairi melalui pesan singkat , Selasa (22/3/2022).

Hal tersebut didasari oleh data yang diterbitkan di BMJ, yang menyatakan bahwa kira-kira seperempat pasien immunocompromised itu dinyatakan tidak responsif setelah 3 kali vaksinasi. Artinya, mereka yang punya kondisi immunocompromised tidak mengalami pembentukan antibodi Covid-19 yang optimal di dalam tubuhnya. Karena itu, mereka dianggap memerlukan dosis keempat vaksin Covid-19.

Tapi, Prof Beri, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa data tersebut masih sangat sedikit buktinya. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menegakkan keputusan. “Diperlukan data atau bukti lebih banyak untuk memastikan keputusan yang akan diambil terkait dengan pemberian vaksin Covid-19 dosis keempat ini,” tambahnya.

Di sisi lain, produsen vaksin Covid-19 seperti Pfizer dan Moderna sudah mengeluarkan pernyataan bahwa pemberian vaksin dosis keempat akan menyempurnakan antibodi dalam tubuh.

Khusus Moderna, pihak mereka cukup perhatian kepada kelompok lansia ataupun mereka yang memiliki komorbid yang dianggap penting menerima vaksin dosis keempat tersebut. Sebab, angka kejadian kasus penyakit parah masih didominasi oleh dua kelompok itu.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menemukan dosis keempat vaksin Covid-19 cukup manjur tetapi masih imunogenik dan aman. Penulis penelitian menyatakan, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam respon imun atau dalam tingkat antibodi penetral khusus omicron antara dosis ketiga dan keempat vaksin.

Vaksinasi keempat pada mereka yang berusia muda dan sehat mungkin hanya memiliki manfaat kecil. Para penulis studi mencatat penelitian mereka tidak mengevaluasi individu yang lebih tua dan lebih immunocompromised.

Hasil studi pun menunjukkan bahwa imunogenisitas maksimal vaksin mRNA dicapai setelah tiga dosis dan tingkat antibodi dapat dipulihkan dengan dosis keempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *