
perspektiftoday /Lebong – Pembangunan proyek SD Negeri 32 suka negeri kecamatan Topos Kabupaten Lebong, pekerjaan Rehabilitas dan Renovasi Prasarana Sekolah Provinsi Bengkulu dengan nomor kontrak HK.02.03-CB7/PPK PS dan BPB/569, yang dianggarkan senilai Rp 1.919.301.372,18 Milyar melalui anggaran APBN dinas Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya Provinsi Bengkulu.

Di saat dilapangan Media mau ketemu sama pelaksana yang bernama Davit dan memintak buku tamu, akan tetapi pelaksana di lapangan kata salah satu tukang kelokasi Tik Sirong, pelaksana juga tidak dilapangan dan kami mengambil balik kelokasi SD 32

Dilapangan di duga ada kejanggalan Pembesian Reng Balok untuk tebeng layar dengan jarak 20 cm dan di gambar jarak sebenarnya 15cm, masih ada lagi seperti Pembesian kolom praktis yang kerjakan oleh pihak tukang di lapangan dan sudah di dirikan dengan lingkaran dilokasi gedung RKB 6×6 di gambar kerja 10×10, yang dikerja oleh mandor pakde gareng

Di saat itu kami awak media memintak kompirmasi sama kepala pelaksana akan tetapi pelaksana tidak ada dan kami langsung sama mandor atau kepala tukang yang bernama pakde gareng, kata pakde gareng,

Dilapangan ada temuan kolom struktur digambar besi diameter 13 cincinya besi diameter 8 diganti besi diameter 10, ternyata di tanya lagi pak gareng ngaku besi 8, untuk tiang struktur dipasang 4 tiang, struktur tiang depan di ruangan RKB dan kami menanyakan boleh dak kolom praktis itu tidak di tanam di jawab pakde gareng boleh, kalau seperti itu siapa yang bayar, kalau kolom praktis nempel di sloop di jawab pakde tidak boleh kalau tidak nempel di cakar ayam, dilapangan kolom praktis yang dikerjakan 6×6 karna mengikuti batu bata yang ada, ” ungkap pakde gareng

Setelah kompirmasi selesai kami sebagai awak media berbincang sama pakde gareng menanyakan plat stempat atau cakar ayam di lokasi lain, pakde gareng mulai tersinggung dan mulai naik emosi, langsung memegang kayu balok sepanjang kurang lebih 70 cm dan memanggil tukang yang ada di lapangan, ada yang memegang cangkul, ada yang memegang sekop dan ada yang memegang kayu dolken, berarti ada apa di balik pekerjaan, didugaan ada permainan didalam pekerjaan dan wartawan diancam sama 6 atau 8 orang pekerjaan yang ada dilapangan dengan bahasa kalau mau hidup keluar di sini sambil mendorong dan mau merampas rekaman yang di saat keributan di lapangan.
Kami lakukan pengecekan sebagai bentuk pemantauan. Supaya pekerjaannya ke depan benar-benar berkualitas (PM)
