Rakorda Kewaspadaan Dini,Bupati MM Tanggap Dan Respon Isu Potensi Gempa Bumi Dan Sunami.

Perspektiftoday

Mukomuko – Berlangsung giat Rakorda Tim kewaspadaan dini kabupaten mukomuko dipimpin oleh Bupati Mukomuko H.Sapuan SE,MM,Ak,CA,CPA,pada hari Senin tanggal 29/08/2022 bertempat di Aula rapat Bupati Mukomuko sekira pukul 09.15 wib, s/d selesai.

Kakan Kesbangpol Mukomuko, Jumaidi SH mengatakan bahwa, “kegiatan Rakorda Kewaspadaan Dini Daerah dalam rangka sikap tanggap dan respon Pemkab Mukomuko didalam menyikapi isu-isu menonjol yang berkembang serta upaya berkelanjutan Tim Kewaspadaan Dini Kab. Mukomuko dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik serta menyelesaikan permasalahan, dimana saat ini isu aktual yang berpotensi menimbulkan konflik antara lain isu Bencana Gempa dan Banjir sehingga perlu upaya Mitigasi Bencana, kemudian keterbatasan distribusi BBM, penyebaran virus PMK pada hewan ternak serta isu Sosial Ekonomi. Tim Kewaspadaan Dini dapat menyampaikan keterangan dan potensi kerawanan konflik agar menjadi masukan serta rekomendasi pengambilan kebijakan oleh Kepala Daerah,”terang Jumaidi SH.

Bupati Mukomuko, H. Sapuan, SE.,MM.,Ak.,CA.,CPA mengatakan antara lain yang perlu menjadi perhatian dan tindak lanjut saat ini, adalah penanganan wilayah dan warga terdampak banjir di Kab. Mukomuko. Bencana banjir yang berulang, disamping karena pemukiman warga yang berada ditepian sungai dengan kontur tanah rendah perlu kesiagaan semua pihak dan koordinasi lintas sektor.

BPBD selaku dinas terkait, harus siaga, menyiapkan Tim SAR, menyiapkan logistik makanan, menyiapkan laporan data wilayah terdampak banjir, administrasi serta dokumentasi agar pencairan dana untuk penanganan bencana cepat dilakukan.

Kemudian terkait penyebaran PMK, Pemda Kab. Mukomuko telah membentuk Satgas Penanganan PMK yang berhasil menurunkan kasus positif PMK di Kab. Mukomuko,

Berkaitan dengan isu potensi gempa pesisir Sumatera termasuk Mukomuko, perlu dilakukan edukasi dan literasi ke masyarakat berkaitan dengan apa yang harus dilakukan ketika bencana gempa terjadi, serta agar tidak panik menerima informasi dari media, untuk itu perlu upaya dari Diskominfo melalui media dan Dinas PMD yang menyosialisasikan melalui pemerintahan desa hingga ke kepala desa dalam menanggapi bencana, tuturnya.(Arios/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *