
Perespektiftoday | Sumsel_Sudah 10 pekan setelah peristiwa pembunuhan calon kepala Ogan Ilir di Desa di Betung II polisi belum dapat meringkus pelaku.
Korban pembunuhan calon Kades Ogan Ilir bernama Arpani (53 tahun) tewas dibacok dan ditembak di dekat rumahnya sendiri pada Rabu (20/7/2022) pagi sekira pukul 05.30.
Keluarga korban pembunuhan calon Kades Ogan Ilir berharap polisi dapat segera mengungkap kasus pembunuhan keji ini.
Adik korban, Init mengaku pihak keluarga sudah ikhlas dengan kepergian kakaknya.
Namun selama kasus belum terungkap, pihak keluarga merasa resah dan trauma atas kejadian ini.
“Pelaku masih berkeliaran. Terus terang kami masih terpikir kasus itu,” kata Init , Kamis (6/10/2022).
Menurut Init, mengingat pembunuhan tersebut sangat keji, maka sudah sepatutnya polisi dapat segera mengungkap kasus ini.
Init khawatir lambannya pengungkapan kasus akan berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat di kemudian hari.
“Hari ini belum terungkap. Kita tidak tahu kalau pelaku muncul di kemudian hari dan kembali melakukan perbuatannya,” ujar Init.
Dengan tertangkapnya pelaku, lanjut pria 48 tahun ini, diharapakan dapat benar-benar memulihkan luka bagi keluarga korban.
“Karena ini pembunuhan keji, maka sudah sepantasnya pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya agar kami juga tenang,” ujarnya.
Dia pun meminta aparat kepolisian mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengungkap kasus ini.
“Saya mohon kepada Bapak Kapolda (Sumatera Selatan), Kapolres Ogan Ilir, kami takut selama pelaku masih berkeliaran. Kiranya dapat segera menangkap pelaku,” ucap Init.
Mengenai dugaan motif pembunuhan terhadap korban, polisi memastikan tak ada kaitannya dengan kontestasi Pilkades pada 15 Oktober mendatang.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman di beberapa kesempatan mengatakan, sejauh ini belum ada titik terang terkait pembunuhan sadis tersebut.
Andi pun meminta masyarakat turut-serta membantu polisi dalam pengungkapan kasus ini.
“Jadi pada prinsipnya adalah peran serta masyarakat, baik yang melihat suatu tindak pidana atau yang menyaksikan sendiri dari jarak dekat,” kata Andi kepada wartawan di Indralaya, belum lama ini.
“Atau melihat tanda-tanda dari orang-orang yang melakukan tindak pidana tersebut,” kata Andi lagi.
Andi menyebut Polres Ogan Ilir ingin ada kerjasama dari masyarakat, khususnya dalam memberikan informasi sekecil apapun.
Ketika disinggung perihal kendala yang dialami polisi pada kasus Betung, Andi menyebut belum adanya saksi kunci.
“Kemudian minimnya saksi yang bisa menjelaskan secara detil terkait peristiwa pidana tersebut. Ini yang sangat kami sayangkan,” bebernya.
Pria yang sebelumnya menjabat Kasubbid Provos Bid Propam Polda Sumatera Selatan ini meminta masyarakat tak perlu takut memberikan kesaksian pada polisi.
“Saya imbau kepada masyarakat khususnya di Ogan Ilir, saling mendukung, saling bahu-membahu, mendukung, kolaborasi bersama petugas kepolisian dalam menciptakan rasa aman atau Harkamtibmas,” ucapnya.
Arpani Ditembak dan Dibacok

Pembunuhan Calon Kepala Desa (Kades) Desa Betung 2, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Arpani (50) terjadi Rabu (20/7/2022) pagi sekira pukul 05.30 WIB.
Seorang warga bernama Abu Soni menuturkan, sesaat sebelum kejadian, pintu rumah korban digedor.
Korban lalu membuka pintu lalu ditembak dari jarak dekat sebanyak dua kali dan dibacok di bagian perut serta leher.
“Sempat ada suara letusan senpi (senjata api) dua kali. Saat dicek, korban sudah tergeletak berdarah-darah, ada luka tembak dan sayatan,” kata Abu.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang disebut kabur ke arah hutan desa.
Kasus ini pun ditangani Satreskrim Polres Ogan Ilir dan Polsek Tanjung Batu yang juga membawahi wilayah Lubuk Keliat.
“Polisi dan warga sedang menyisir hutan,” ujar Abu.
Di depan rumah korban yang dipasang garis polisi, Tim INAFIS Polres Ogan Ilir melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.
Kapolsek Tanjung Batu, AKP Sondi Fraguna belum dapat memberikan keterangan lengkap mengenai kasus pembunuhan.
“Nanti. Anggota masih lidik,” ujar Sondi yang juga berada di TKP.
[MT]
