DIDUGA OKNUM PEMERINTA DESA KAMPUNG MELAYU,B,U, KERJA,DD,ASAL ASALAN

Rejang lebong bengkulu persfektip.today,Anggaran Dana Desa (ADD/DD) yang dikucurkan Pemerintah Pusat yang bersumberkan dari Anggaran Belanja Pendapatan Negara (ABPN) dari tahun 2015 sampai tahun 2023 saat ini, yang dialokasikan untuk Fisik atau Infrastruktur kerap kali jadi kesempatan bagi kuasa Anggaran atau Pengelola/Pengguna Anggaran untuk melakukan Penyelewengan/Korupsi Anggaran untuk memperkaya diri pribadi dengan modus mengurangi volume matreal untuk Pembangunan.

Hasil pantauan Tim koalisi wartawan Provinsi bengkulu, di Proyek Pembangunan Siring Pasang (drainase) Anggaran Dana Desa (ADD/DD) tahun 2023, di desa Kampung melayu Kecamatan bermani ulu Kabupaten rejang lebong diduga kuat menyimpang dari Spesifikasi Bestek/gambar yang ada, bahwasan terlihat jelas cara tukang/pekerja yang mengerjakan pembangunan Siring Pasang (drainase) tersebut terlihat Pasangan batu yang besar-besar dan adukan matreal pasir+semen hanya disisi luar, sedangkan bagian dalam diuruk (timbun) tanah hingga ketinggian -+ 35-40 cm dari bawah, sedangkan Spesifikasi (bestek/gambar) yang ada dalam APBKam untuk Siring Pasang (drainase), dari lantai dasar bawah sampai ketinggian yang di tentukan ketebalan Lasang batu 20 cm + list ban 1 cm, dengan adanya temuan diatas diduga kuat ada penyelewengan dana atau Korupsi Dana Desa yang di alokasikan untuk pembangunan.

menjadi sorotan dari Proyek Pembangunan Siring Pasang (drainase) Anggaran Dana Desa (ADD/DD) tahun 2023 tahap 3 dan tahun 2023 Pasalnya pada Pembangunan Siring Pasang (drainase) desa Kampung melayu Kecamatan bermani ulu Kabupaten rejang lebong tersebut, diduga Pengerjaannya tidak sesuai Spesifikasi teknis (Bestek/gambar), dan kurangnya pengawasan dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD) dan pihak kecamatan, hingga Pembangunannya terkesan asal jadi, alias AMBURADUL.

Soal nya matrial yang digunakan

  1. Pasir pasangan menggunakan pasir urug yang becampur dengan tanah
    Perancah plat duiker/jembatan kerumab penduduk seharusnya memakai kayu dan papan pada kenyataan nya menggunakan bambu dan batu gunung kecil untuk pengecoran
    Pasangan siring tidak sesuai gambar, tipis pada bagian bawah, lebar bagian atas. Sepeti poto,,,
    Bowplank untuk pasangan dan galian tidak digunakan sama sekali, hanya memakai benang
    Permukaan plasteran pada pasangan yang sudah jadi,, sudah mengelupas dan rontok dikarenakan pasir yang digunakan pasir untuk pasangan,

saat tim mengkompirmasi
Ke masyarakat yg berada di lokasi” menjelaskan ,” cak mano matrial pasir tu yg datang cak itulah bentuknyo harus nyo pasir nyo kan cak ini sambil nunjuk tumpukan pasir di halaman rumahnyo
Yang beli nyo kan sekdes dan bendhara desa”” jelas warga setempat.

Kemudian tim mencoba menghubungi bendahara desa lewat via tlpon.soal nya kegiatan tersebut masih dikelolah oleh bendahara dan sekdes mengingat kepala desa kampung melayu baru saja selesai dilantik,bendahara desa kampung melayu menjelaskan..””bapak salah orang.saya punya atasan.betul saya melakukan pembayaran atas matrial kerja tapi saya bukan tekhnis”

Kepada APH (Aparat Penegak Hukum) dan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini hingga tuntas dan apabila terbukti bersalah harus segera diproses berdasarkan Hukum dan undang-undang yang berlaku. |Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *