Perspektiftoday | Bengkulu Utara _ Bupati Mukomuko bersama rombongan dan tokoh masyarakat sebagai narasumber tentang Desa Lebong Tandai, ini semoga merupakan nama desa yang sangat kita kenal. Desa yang terletak di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu itu, juga disebut sebagai Batavia Kecil
Lebong Tandai merupakan sebuah nama desa yang berasal dari kata ‘Lobang yang Ditandai’. Dari keterangan warga setempat, para pendahulu warga Lebong Tandai menyambungkan kata Lobang yang ditandai dengan istilah Lebong Tandai

Saya sebagai putra daerah dari propinsi Bengkulu sebagai kepala daerah Bupati Mukomuko, Lebong Tandai berada di Bengkulu Utara yang saya belum pernah datang kesini, saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada tokoh tokoh masyarakat, kami yang Bengkulu Utara ini, kami betul betul bersedia untuk membantu menemani bisa untuk berkunjung ke Desa Lebong Tandai ini
Semoga Desa Lebong Tandai menjadi objek wisata, informasi yang di dapat dari tokoh masyarakat dan para pemerintah disini berkeinginan menjadi objek wisata, dan apa lagi saya sangat senang sejarah dan Desa Lebong Tandai objek wisata yang dikenal banyak orang dan dulu banyak penambangan mas” ujar Bupati Mukomuko

Dalam rangka silaturahmi keDesa Lebong Tandai, Bupati Mukomuko H. Sapuan. SE, berharap jalan menujuh Desa Lebong Tandai bisa tembus ke Kabupaten Lebong atau ke provinsi jambi
Dalam acara ramah tamah yang penuh keakraban tersebut, H. Sapuan. SE MM. Ak. CA. CPA. CPI menyampaikan, memajukan agar wisata diDesa Lebong Tandai di Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulun Utara, harus melakukan promosi yang baik sekaligus mencari potensi wisata untuk dikembangkan sehingga mengundang ketertarikan wisatawan lokal, apa lagi daerah mukomuko dekat sekali dengan Kabupaten Bengkulu Utara, ” ujar H. Sapuan. SE. MM. Ak. CA. CPA. CPI
Kita tentu tahu bahwa emas yang ada di Tugu Monas merupakan sumbangan dari seorang saudagar asal Aceh bernama Teuku Markam. Emas seberat 38 kilo gram tersebut ternyata berasal dari desa Lebong Tandai. Teuku Markam memperoleh emas dari Lebong Tandai kemudian menyumbangkan emas tersebut untuk dipasang di bagian puncak dari Tugu Monas sekarang di Lebong Tandai dibuat replika Monas disimpang masuk ke Desa Lebong Tandai, ” ujar Zamhari as jamal

Desa Lebong Tandai juga banyak menyimpan peninggalan sejarah berupa, situs Kerajaan Batu di Lubuk Ilan yang berjarak 6 km dari pusat desa, Pemakaman Cina di Gunung Tinggi Pemakaman tersebut merupakan pemakaman keluarga Chow Yung, yang terdapat 3 km dari pusat desa.
Untuk beberapa bangunan lainnya saat ini hanya meninggalkan puing-puingnya saja. Sebab, setelah bangsa Belanda memutuskan meninggalkan tempat ini. Konon, tepatnya di sekitar tahun 1942-an atau menjelang kemerdekaan Indoensia. PRI atau masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai Tentara Hitam, memasuki kawasan ini dan melakukan penjarahan dan perusakan bangunan-bangunan milik Belanda itu, ujar Zamhari as jamal
Lebong Tandai akhirnya di kelola oleh PT. Lusang Mining, sebuah perusahaan yang melanjutkan pergerakan penambangan emas. Masyarakat yang sebelumnya menduduki kawasan ini, akhirnya dipindahkan dengan dalih keselamatan kesehatan.[VZ]
.
