Membongkar Ekonomi sebagai Konstruksi

“Buku Economization: Markets, Economies and Platforms in Perspective ditulis oleh Koray Çalışkan, Michel Callon & Donald MacKenzie (Columbia University, 2024)
Menghadirkan kerangka kerja untuk memahami ekonomi informasi, platform, dan bagaimana pasar diciptakan melalui praktik dan teknologi.”

Muhibullah Azfa Manik (Dosen Universitas Bung Hatta)
Muhibullah Azfa Manik (Dosen Universitas Bung Hatta)

Perspektif.today_Sejak awal, Economization menyodorkan gagasan radikal: ekonomi bukan entitas alamiah yang tinggal dipelajari, melainkan sesuatu yang dibentuk melalui praktik, perangkat, dan narasi. Sejak awal pula, Economization menegaskan bahwa ekonomi tidak hadir sebagai keniscayaan, melainkan hasil dari konstruksi sosial dan teknis yang kompleks.

Dalam buku ini, para penulis menegaskan bahwa apa yang kita sebut “ekonomi” atau “pasar” adalah hasil dari proses sosioteknis—interaksi rumit antara manusia dan alat non-manusia—yang menetapkan apa yang bernilai dan bagaimana nilai itu diwujudkan. Mereka memperlihatkan bahwa “ekonomi” bukan ruang netral, melainkan arena dinamis yang tercipta dari jaringan antara aktor, benda, dan representasi nilai yang dinegosiasikan.

Mereka melanjutkan jejak riset sebelumnya dari Callon dan Çalışkan (2009, 2010), yang menggali soal economization, yaitu proses di mana tindakan, objek, dan perangkat diposisikan sebagai bagian dari ranah ekonomi. Dengan kata lain, buku ini melanjutkan warisan intelektual yang menelusuri bagaimana hal-hal yang sebelumnya non-ekonomi diberi makna ekonomi melalui serangkaian tindakan dan alat tertentu.

Buku ini menempatkan platform digital sebagai ruang utama di mana proses ini dipadu-padankan. Platform menjadi panggung utama di mana logika ekonomi direkayasa, dipraktikkan, dan dimodifikasi secara terus-menerus oleh berbagai aktor dan sistem.

Membaca Economization seperti menelusuri laboratorium sosial tempat pasar dan platform diuji dan dibangun. Setiap halaman buku ini membawa pembaca masuk ke dalam eksperimen sosial, tempat konsep-konsep ekonomi tidak hanya dijelaskan, tapi juga dipertanyakan dan diuji dalam konteks dunia nyata.

Di bab-bab pembuka, penulis memaparkan bahwa pasar bukan lahir sendiri; ia dikonstruksi lewat sociotechnical agencements, yakni perpaduan manusia, alat, teks, aturan, dan infrastruktur—yang bersama-sama menentukan tindakan dan distribusi kekuatan dalam ruang ekonomi. Para penulis menunjukkan bahwa pasar adalah hasil dari orkestrasi elemen-elemen heterogen yang dirakit secara sengaja dan strategis untuk menghasilkan bentuk-bentuk ekonomi tertentu.

Kemudian, buku ini memperkenalkan konsep stacked economization sebagai cara menelaah platform digital modern. Konsep ini mengajak pembaca melihat platform bukan sebagai entitas tunggal, tetapi sebagai tumpukan proses yang bertingkat dan saling terkait, dari interaksi mikro hingga struktur makro.
Alih-alih menganggap platform hanya sebagai pasar multi-sisi atau alat pengawasan, para penulis menegaskan bahwa platform adalah lapisan berbagai proses—mulai dari pertukaran gratis, barter, hingga transaksi berbayar—yang dirakit sedemikian rupa untuk membentuk ruang ekonomi yang kompleks dan penuh dinamika kekuasaan. Melalui ini, mereka menunjukkan bahwa ekonomi digital tidak pernah netral; ia adalah hasil dari desain dan konflik kekuasaan yang terus bergerak.

Pandangan ini memberi perspektif baru: platform bukan sekadar tempat jual-beli, tetapi arena sosioteknis di mana kebutuhan individu dibentuk, identitas dijajaki, dan relasi kuasa terus diproduksi. Dengan begitu, platform menjadi ruang pembentukan subjektivitas dan politik nilai, bukan hanya kanal distribusi barang dan jasa.

Kerangka ini menyediakan alat analitis yang tangguh—bagi akademisi, pelaku bisnis, maupun regulator—untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik layar kesuksesan dan dominasi platform digital. Pendekatan ini memungkinkan kita membongkar mitos efisiensi dan netralitas, serta melihat bagaimana kekuasaan dan kepentingan bekerja melalui desain teknologi dan arsitektur pasar.

Secara konseptual, Economization melampaui teori ekonomi neoklasik yang kerap menganggap pasar sudah tersedia begitu saja. Ia menginterupsi asumsi bahwa pasar muncul secara spontan, dan mengusulkan bahwa pasar adalah konstruksi sosial yang terus berubah, dibentuk oleh institusi, aktor, dan teknologi.

Melalui pendekatan ini, Callon, Çalışkan, dan MacKenzie mengajak kita melihat ekonomi sebagai “prestasi”—suatu bangunan yang dibentuk, dipelihara, dan bisa direkayasa kembali. Ekonomi bukan sekadar gejala, tapi hasil dari kerja kolektif yang bisa dianalisis dan dikritisi secara historis dan teknologis.
Dengan menyuburkan semangat akademis dan analitis, buku ini hadir bukan sebagai teks ringan, melainkan sebagai stimulans intelektual: memaksa kita bertanya bukan hanya “apa yang terjadi” di platform, tetapi “bagaimana” dan “siapa” yang merancang nilai, aturan, dan relasi di baliknya. Buku ini, dengan demikian, menjadi undangan untuk berpikir ulang tentang ekonomi digital—bukan sebagai takdir, tetapi sebagai medan kontestasi yang bisa ditata ulang.*

Penulis adalah Dosen Universitas Bung Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *