KEGIATAN KELUAR MASUK KENDARAAN LUMPUH AKIBAT TANAH LONGSOR

Lebong | Perspektiftoday – Untuk kesekian kalinya, ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yang berada di kawasan Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong, tertimbun longsor yang mengakibatkan jalan lintas Lebong-Rejang Lebong tidak bisa dilewati kendaraan roda 2 maupun roda empat hingga pukul 11.00 WIB, Selasa (19/10/2021).

Setidaknya ada 5 titik jalan provinsi yang tertimbun longsor dengan kedalaman 30 centimeter hingga 2 meter dan lebar mencapai 15 meter. Adapun 4 titik longsor yaitu 3 titik di kawasan jembatan dan air terjun serta dekat kebun jeruk, Ketelang yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB (18/10/2021) dan 1 titik di bawah markas Koramil Rimbo Pengadang, Kelurahan Rimbo Pengadang, Kecamatan Rimbo Pengadang yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB (19/10/2021).

Dua titik ini sudah dibersihkan secara manual dan di desa Talang Ratu dusun ketelang masih tahap pembersihan menggunakan alat berat. Untuk depan koramil tebal 2 meter panjang 10 meter, sementara di ketelang jembatan ketelang panjang 4 meter, dusun ketelang tebal 1 meter panjang 7 meter dan di daerah kebun tebal 3 meter panjang 10 meter, hingga saat ini arus lalu lintas dari Lebong- Curup ataupun sebaliknya masih belum bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat

Serta 1 titik di kawasan Talang Ratu yang kejadiannya juga tengah malam dan 1 titik arah Kecamatan Topos yang masih masuk wilayah Rimbo Pengadang. Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nus Sik melalui Kapolsek Rimbo Pengadang, IPDA M Hasan Basri membenarkan atas kejadian tersebut, selain 4 titik di kawasan Kelurahan Rimbo Pengadang, juga ada 1 titik di kawasan Bajok masuk ke dalam yg juga masih dikawasan Kecamatan Rimbo Pengadang.

Tak hanya itu saja, bencana longsor, lagi-lagi terjadi di jalan lintas Muara Aman-Curup. Setidaknya, ada 4 titik longsor yang menutupi badan jalan yakni 1 titik longsor depan koramil, 2 titik longsor ketelang dan 1 titik di kebun jeruk selpi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor masih dilakukan, namun belum diketahui kerugian masing-masing warga ini, dimana untuk saat ini warga masih sibuk membersihkan bekas banjir ini. Sedangkan untuk kolam yang terendam ini, jelas belum bisa dipastikan berapa yang mengalami ke kerugian dimana air belum surut sepenuhnya, sedangkan kolam masih menyatu satu sama lainya. Selebihnya lokasih itu belum bisa dijangkau kerena air belum surut, ungkap Kades.

Sementara itu, di lokasi terpisah Danramil 0409-08 Kapten CBA M.Arif Parwoko beserta Kapolsek Rimbo Pengadang IPDA M Hasan Basri SH menjelaskan dari 4 titik longsor tersebut, terparah di ketelang Desa Talang Ratu yang saat ini masih dibersihkan menggunakan alat berat

Mulai malam tadi longsor terjadi sekitar 23.00 wib di ketelang dan pagi sekitar 09.00 wib terjadi longsor susulan di wilayah tidak jauh dari kebun selpi kelurahan Rimbo Pengadang sehingga menutup badan jalan lintas Muara Aman Curup,” kata Danramil.

Namun, lanjut Danramil, berkat kesigapan seluruh jajaran baik dari Koramil, Polsek setempat, Pemdes, dan juga bantuan alat berat milik salahsatu pengusaha tambang sudah diturunkan untuk membersihkan material longsor serta dibantu warga dengan menggunakan alat seadanya.

Selasa (19/10/2021) Baru ada 1 titik yg sudah dibersihkan secara manual oleh masyarakat dibantu anggota TNI dan Polri. Sementara titik lainnya juga masih dikerjakan baik secara manual maupun dibantu alat berat. dilakukan pengerjaan pembersih,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Lebong Drs Fahrurrozi MPd

Kembali langsung turun ke lokasi tanah longsor untuk memastikan pengerjaan pembersihan material longsor terus dilaksanakan dengan bantuan alat berat sehingga jalan bisa kembali dicintai masyarakat yang telah menunggu sejak tengah malam hingga siang ini. “Saat ini kita terus bekerja, untuk membuang material longsor yang menutup jalan,” ucapnya Karena jalan yang ditertimbun longsor merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Lebong dengan Rejang Lebong. Dimana akibat tanah longsor, mengakibatkan terganggunya roda perekonomian.(PM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *