Putuskan Vaksin Booster? Berikut 9 Efek Samping Vaksin Booster yang Perlu Diketahui

Jakarta-Pusat Pengendalian Penyakit atau CDC telah merekomendasikan vaksin booster kepada semua orang yang berusia 16 tahun ke atas setelah 6 bulan mereka mendapatkan vaksin pertama.

Sebelum melakukan vaksin booster, banyak yang mempertanyakan tentang efek samping dari vaksin tersebut.

Dilansir dari TheHealthy, berikut 9 efek samping vaksin booster yang perlu diketahui menurut pakar sains dan kedorteran.

1. Vaksin booster menjaga kekebalan tubuh

Beberapa vaksin lain, termasuk tetanus juga memiliki booster.

Booster ini diperuntukkan orang sehat.

Orang dengan kekebalan tubuh yang lemah akan memiliki respon lebih kecil dari vaksin awal, sehingga booster dibutuhkan untuk menjaga sistem kekebalan tetap utuh.

2. Efek samping vaksin booster mirip dengan seri vaksinasi pertama

Efek samping dari vaksin Pfizer dan Moderna mirip dengan vaksin pertama, terutama sakit lengan dan sakit kepala ringan sampai sedang, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, demam, dan nyeri sendi.

Semuanya bersifat sementara dan masih bisa ditoleransi.

3. Efek samping suntikan vaksin booster berbeda dari suntikan awal

Sebenarnya, tidak ada korelasi kuat antara keparahan reaksi yang terlihat pada suntikan vaksin pertama dengan vaksin booster.

Tidak memiliki efek samping setelah suntikan pertama bukan berarti tidak akan memiliki efek samping juga pada suntikan vaksin booster dan sebaliknya.

Beth Oller, MD, seorang dokter keluarga di Stockton, Kansas, melaporkan bahwa sebagian besar efek samping ringan, hanya lengan yang sakit.

4. Efek samping serius vaksin booster jarang terjadi

Menurut Dr. Hsu, tidak ada yang menunjukkan bahwa salah satu dari efek samping yang serius meningkat karena vaksin booster.

5. Mencampur dan mencocokkan vaksin tidak memengaruhi efek samping

Tidak ada bukti bahwa menerima vaksin booster yang berbeda dengan vaksin sebelumnya akan memengaruhi efek samping.

CDC telah menyatakan bahwa booster yang sama dengan merek vaksin yang mereka terima sebelumnya.

6. Mendapatkan suntikan flu dan booster di saat yang sama tidak akan meningkatkan efek samping

Tidak ada alasan bagi Anda yang ingin mendapatkan suntikan flu dan booster di saat yang sama meskipun di tangan berbeda.

Menurut Gregg Sylvester, MD, kepala petugas medis di Seqirus, salah satu penyedia vaksin influenza terbesar di dunia, telah ada bukti nyata bahwa melakukan keduanya di saat yang sama tidak memperlihatkan peningkatan efek samping.

7. Vaksin Covid-19 mengurangi penyakit

Dr. Schaffner mengatakan penting untuk dicatat bahwa 90 persen orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, tidak divaksinasi.

Secara ilmiah tidak mungkin vaksin Covid-19 menghilangkan semua infeksi, tetapi vaksin dapat mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian meskipun tidak 100 persen.

8. Vaksin booster melindungi dari Omicron

Mengingat Omicron siap untuk melampaui Delta, mendapatkan booster ketiga ini akan membantu menangkal varian Omicron.

9. Covid bisa lebih buruk daripada efek samping vaksin

Banyak kasus Covid-19 ringan dan beberapa tidak memiliki gejala, tetapi perlu diingat sekitar 800.000 orang di AS meninggal karena infeksi Covid.

Selain itu, juga banyak yang berakhir dengan ventilator di rumah sakit.

Jadi, ketika Anda mempertimbangkan risikonya, hal itu tidak sebanding dengan efek samping vaksin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *