
Perspektiftreligi-Salah satu kewajiban seorang Muslim adalah senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dapat dikabulkan keingannya.
Namun ada waktu-waktu terbaik yang dapat dilakukan seorang hamba saat memanjatkan doa, salah satunya yakni ketika bersujud.
Doa merupakan bagian yang paling mendasar dalam beribadah, dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
الدعاء هو العبادة
“Doa adalah sesuatu yang sangat mendasar dalam ibadah.” (HR Tirmidzi). Seorang Muslim hendaknya selalu meminta kepada-Nya:
باب من لم يسأل الله يغضب عليه
“Siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah kepadanya” (HR Bukhari). Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60).
Dikutip dari laman Islamweb pada Selasa (9/3), keadaan sujud merupakan saat yang paling dekat antara hamba dengan Allah SWT.
Namun sayangnya sebagian Muslim ada yang terburu-buru ketika bersujud dan meninggalkan berdoa pada saat itu. Rasulullah ﷺ bersabda:
فاجتهدوا في الدعاء فقمن أن يستجاب لكم
“Ketahuilah, aku dilarang membaca Alquran dalam keadaan ruku atau sujud. Adapun ruku maka agungkanlah Rabb Azza wa Jalla, sedangkan sujud, maka berusahalah bersungguh-sungguh dalam doa, sehingga layak dikabulkan untukmu.” (HR Muslim). Dalam hadis lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR Muslim).
