Penyebab Pikun di Usia Tua dan Cara Mengatasinya Menurut dr Aisah Dahlan

Perspektiftoday | Lifestyle_dr Aisah Dahlan menjelaskan faktor penyebab sekaligus cara mencegah piku di usia tua.

Hal itu dia beberkan dalam video di kanal YouTube Pencinta dr Aisah Dahlan pada Kamis, 15 September 2022.

Menurut dr Aisah Dahlan, faktor dan penyebab pikun yang di maksud karena terlalu banyaknya protein yang masuk ke dalam tubuh.

Tubuh yang dimaksud dr Aisah Dahlan adalah sel-sel memori yang ada di kepala manusia.

Kebanyakan protein tersebut, kata dr Aisah Dahlan, menyebabkan orang terkena alzheimer biasanya terjadi diatas umur 60 tahun.

Alzheimer terjadi karena disebabkan oleh makanan.

Selain itu juga, dr Aisah Dahlan mengatakan ketegangan dalam hidup juga merupakan bagian faktor tersebut.

“Tegang dalam hidup karena waktu mudanya dan terlalu memporsir hal-hal duniawi,” katanya.

Ketegangan itu, dijelaskan dr Aisah Dahlan, bisa membuat orang cepat mengalami pikun.

Hal itu lantaran, sel-sel dalam otak mengalami bertabrakan yang berdampak pada kepikunan.

Makanya, untuk mengatasi itu, kata dr Aisah Dahlan agama Islam mengajarkan untuk saling berbagi.

Dengan berbagi itu, ungkap dr Aisah Dahlan, bisa membuat jiwa ini senang dan bahagia.

Kata dr Aisah Dahlan, bukan hanya tentang material semata, melainkan banyak yang bisa dilakukan.

Mulai dari, berbagi pengalaman, ilmu pengetahuan, hingga material.

Dari berbagi itu lah kesenangan dan kebahagiaan itu muncul.

Menurut dr Aisah Dahlan efeknya kepikunan itu tidak akan terjadi.

“Makanya Islam sejak awal mengajarkan kita untuk berbagi, berbagi pengalaman, ilmu dan lainnya supaya kita senang dan hidup bermanfaat,” ujarnya.

Mengeluh Sumber Penyakit Pada Tubuh

Inilah bahaya mengeluh yang berakibat buruk pada tubuh menurut motivator rumah tangga dr Aisah Dahlan.

Mengeluh adalah sikap yang tidak dibernakan pada diri seseorang.

Terlebih orang yang sering mendapatkan masalah, musibah dan sebagainya.

Mengeluh bukanlah solusi utamanya.

Sebab, banyak cara lain agar tidak mudah mengeluh.

Selain itu, dengan mengeluh tentunya berdampak pada kesehatan tubuh.

Sehingga membuat keadaan tubuh semakin buruk.

Maka dari itu dr Aisah Dahlan menyarankan untuk mengurangi bahkan berhenti untuk mengeluh.

Demikian diungkapkannya dalam sebuah video di kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan Cht pada 5 September 2021 lalu.

dr Aisah Dahlan menjelaskan dampak buruk mengeluh bagi Kesehatan.

Menurut dr Aisah Dahlan, kebiasaan mengeluh menjadi suatu hal yang pastinya pernah dilakukan oleh setiap orang.

Bahkan keluhan yang berkepanjangan bisa membuat seseorang merasa cemas, mudah tersinggung, tidak berdaya dan putus asa.

“Ketika sedang mengeluh, orang akan menstimulasi hormon stres pada kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal yang kemudian disebarkan ke tubuh seperti jantung dan pembuluh darah,” jelasnya dalam video tersebut.

Kelenjar adrenal merupakan bagian dari sistem endokrin, yaitu kelenjar yang berfungsi sebagai penghasil hormone stress.

Hormon stress tersebut antara lain adrenalin, kortisol, dan norephineprine.

Ketika seseorang terlalu banyak mengeluh, secara otomatis hormon-hormon tersebut akan menyebar dan masuk ke pembuluh darah hingga ke dalam jantung.

Sayangnya, bila sikap mengeluh tersebut sudah menjadi suatu kebiasaan terus-menerus yang di lakukan, maka akan mendatangkan berbagai dampak negatif buat dirinya sendiri.

Inilah dampak negatif atau berdampak buruk pada tubuh akibat suka mengeluh.

Mudah Lelah

Pada dasarnya orang yang suka mengeluh, pasti apa saja yang dikeluhkannya.

Mulai dari keluhan pribadi ataupun, hingga hal-hal kecil lannya.

Sehingga semakin orang itu sering mengeluh maka membuat energi yang seharusnya digunakan untuk hal-hal lebih produktif seakan tersedot habis.

Memicu bad mood

Kebiasaan untuk mengeluhkan segala hal, akan menimbulkan pikiran negatif dan suasana hati yang semakin memburuk.

Menurunnya kreatifitas

Saat mengeluh, seseorang akan mengisolasi diri dari kemampuannya sendiri.

Alhasil, orang tersebut akan kehilangan akses sisi kreatif otak dan membatasi kreativitas.

Semakin banyak energi yang dikeluarkan untuk mengurus sisi negatif, maka akan semakin sulit juga baginya untuk mengakses sisi otak yang lain.

Meningkatnya stres

Seperti yang sudah dijelaskan dr Aisah Dahlan sebelumnya, ketika pikiran dipenuhi dengan hal-hal yang negatif, itu hanya hanya akan menghabiskan energi yang dimiliki untuk melepaskan hormon stress.

Alhasil orang tersebut mengalami berbagai efek negatif pada tubuhnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, sakit kepala, sulit tidur, dan kecemasan.

Menurunnya sistem kekebalan tubuh

Fakta menunjukan, mengeluh bukan hanya berdampak pada kesehatan mental saja, tetapi juga pada kesehatan fisik.

Sama halnya dengan stres, saat mengeluh, tubuh akan dibanjiri oleh hormon kortisol yang dapat membuat menurunkan kemampuan tubuh dalam melindungi diri dari penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *