
Pelatihan Ketahanan Pangan dalam pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Penyakit pada Hewan Ternak Sapi
Perspektiftoday | Mukomuko_Untuk mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah Kabupaten Mukomuko Khususnya wilayah Polsek Mukomuko Utara, Kapolsek Mukomuko Utara IPTU M SIMANJUNTAK, SH diwakili Bhabinkamtibmas Bripka Darlan, langsung pimpin Pelatihan Ketahanan Pangan dalam pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Penyakit pada Hewan Ternak Sapi di Desa Dusun Baru Pelokan Kec. XIV Koto Kab. Mukomuko, Rabu,28/12/2022
“Dalam upaya mitigasi penyebaran PMK pada hewan ternak, Polsek Mukomuko Utara langsung bersinergi dengan DKPP Kabupaten Mukomuko untuk berkoordinasi dalam rangka penanganan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak,” terang Bripka Darlan
Bertempat di Kantor Desa Dusun Baru Pelokan Kecamatan XIV Koto yang dihadiri oleh :
1. Camat XIV Koto beserta staf
2. Kabid Dinas Peternakan Beserta Staf
3. Kades Dusun Baru Pelokan
4. Ketua BPD beserta Anggota
5. Bhabinkamtibmas
6. Peserta Pelatihan
7. Tokoh Masyarakat
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, diwakili Kabid Peternakan Drh. DIANA NURWAHYUNI sebagi nara sumber
Acara tersebut turut dibahas, pelatihan penyuluhan kenakalan remaja
Agar para pengolah Sapi bisa Paham dan mengerti dalam penanganan sapi sakit secara manual
Agar Pengelolah Sapi bisa Menghubungi Petugas dinas Peternakan jikalau terjadi nya sapi yang sakit yg tidak dapat di tangani oleh pengelolah
Dari hasil pelatihan, tersebut maka perlu dilakukan antisipasi dan mitigasi pencegahan di wilayah Kabupaten Mukomuko agar tidak ada hewan ternak yang terkena PMK.
Polres Mukomuko melalui Polsek Mukomukom Utara siap membantu dan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan untuk melakukan pengecekan ke lapangan baik itu pendataan dan juga pengecekan kesehatan hewan ternak, serta melakukan pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas perdagangan ternak khususnya antar Kabupaten.
“Kita akan melakukan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) secara terpadu di tingkat Kecamatan Mukomuko Utara dan sentra-sentra peternak sapi, untuk memberikan imbauan dan edukasi bahwa wabah PMK pada hewan ternak tidak menular ke manusia, agar tidak menimbulkan kepanikan,” ucap Bhabinkamtibmas Bripka Darlan dalam sambutannya.
Sementara Kabid Peternakan drh. DIANA NURWAHYUN, memaparkan, bahwa pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi.
Salah satunya adalah melakukan pengawasan intensif terhadap lalu lintas ternak. Sehingga, penularan penyakit tersebut bisa terpantau dengan baik.
“Sampai saat ini Kabupaten Mukomuko masih bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini. Tapi, upaya pencegahan dan pengendalian tetap kami lakukan, agar penyebaran virus menular pada ternak itu, tidak terjadi salah satunya adalah kegiatan yang saat ini kita gelar , yaitu pelatihan ketahanan pangan dalam rangka pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Penyakit pada Hewan Ternak Sapi,” kata Kabid.
Selain itu pihaknya melakukan penghentian pengiriman dan pemasukan ternak ruminansia dari luar Mukomuko. Dengan cara tidak mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Selain itu, DKPP Kabupaten Mukomuko saat ini juga melakukan sindromik surveillance (surveillance klinis) berbasis Desa. Dengan maksud apabila ada sebaran penyakit hewan menular itu, dapat teratasi dengan segera.
Dan jika ditemukan adanya hewan sakit, pihaknya memastikan akan melakukan karantina, isolasi wilayah dan pengobatan atas gejala sakit yang ditemukan pada hewan.
“Misalnya, memberikan semprot kaki hewan yang sakit dengan formalin 4 persen pagi sore, pemberian obat antibiotik, analgesik dan vitamin. Termasuk desinfektan,” paparnya.
Untuk diketahui, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100Y6 dan kerugian ekonomi sangat tinggi:
Sedangkan tanda klinis penyakit PMK adalah: Demam tinggi (39-410c): Keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa: Luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah: Tidak mau makan, Pincang: Luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku: Sulit berdiri: Gemetar, Napas cepat: Produksi susu turun drastis pada sapi perah dan menjadi kurus pada sapi potong.[Arios Santoso]
