Perspektif today.Pesisir Selatan/ SumbarKubu Tapan dan simpang gunung-Pesisir Selatan — Sebuah babak baru dalam dunia sepak bola akar rumput Sumatera Barat akan segera dimulai. PORTAS CUP 1 Open Tournament 3 Provinsi 2026 tampil bukan sekadar sebagai turnamen biasa, melainkan sebagai simbol kebangkitan sepak bola daerah yang dikemas dengan standar profesional, modern, dan penuh prestise.
Sebelum peluit pertama pertandingan dibunyikan, publik sepak bola lebih dulu dibuat terpukau dengan konsep Technical Meeting yang disiapkan panitia PORTAS FC Kubu Tapan & Simpang Gunung. Mengusung nuansa megah layaknya drawing resmi Piala Dunia FIFA, kegiatan ini dipastikan menjadi salah satu technical meeting paling eksklusif yang pernah digelar di Kabupaten Pesisir Selatan.
Bertempat di Sekretariat PORTAS FC, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, prosesi pengundian grup akan dilakukan menggunakan bola undian khusus yang telah diisi nama klub peserta. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan transparansi penuh sekaligus memperlihatkan keseriusan panitia dalam membangun kompetisi yang sportif dan berkelas.
Sebanyak 24 tim terbaik hasil seleksi akan bertarung memperebutkan supremasi PORTAS CUP 1. Seluruh peserta nantinya dibagi ke dalam 8 grup, dengan sistem pembagian tiga pot berdasarkan wilayah. Strategi ini diterapkan agar klub-klub yang berasal dari kawasan berdekatan tidak langsung saling berhadapan pada fase awal kompetisi.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kecerdasan panitia dalam menjaga kualitas persaingan serta membangun atmosfer turnamen yang lebih kompetitif dan menarik.
Tidak hanya menghadirkan konsep profesional, PORTAS CUP 1 juga tampil dengan gengsi besar melalui total hadiah spektakuler senilai Rp54.000.000, menjadikannya salah satu turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Sumatera Barat.
Kegiatan technical meeting ini akan dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari manager tim peserta, Askab dan Asprov PSSI, Komite Wasit, Forum Wasit Tapan, unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, hingga pemerintahan nagari.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan publik, seluruh rangkaian kegiatan juga akan disiarkan secara langsung melalui akun resmi Facebook dan TikTok PORTAS FC, Pada Hari jumat 29 mai 2026 sehingga masyarakat luas dapat menyaksikan jalannya pengundian grup secara real time.
Kesuksesan konsep besar ini tidak lahir secara instan. Panitia bersama tim analis PORTAS FC diketahui telah melakukan persiapan matang jauh sebelum hari pelaksanaan. Technical meeting nantinya akan dipandu langsung oleh tim inti PORTAS CUP yang terdiri dari Mustakin, Pak Edi, Derix Permata, Amrayadi (Doyok), Andriadi, Samsul, Ghani, Burdal, Elmadi, Aidil, Ipen, dan tim lainnya yang selama ini menjadi motor penggerak suksesnya event.
Ketua Panitia, Irfan, menegaskan bahwa seluruh tahapan kegiatan dirancang secara serius demi menghadirkan kepercayaan penuh kepada seluruh peserta.
“Kami ingin PORTAS CUP menjadi turnamen yang benar-benar profesional, transparan, dan mampu memberikan rasa percaya kepada seluruh tim serta masyarakat pencinta sepak bola,” tegasnya.
Gebrakan besar PORTAS CUP pun langsung menuai apresiasi dari berbagai pihak. Komite Wasit Pesisir Selatan, Sdr. Tono, bahkan menyebut konsep yang dibangun panitia sebagai sesuatu yang luar biasa dan belum pernah ditemui sebelumnya di daerah tersebut.
“Saya sangat salut dengan kreativitas dan keberanian panitia PORTAS CUP. Apa yang mereka bangun hari ini adalah salah satu konsep paling profesional dan paling kreatif yang pernah saya lihat di Pesisir Selatan,” ujarnya.
Sebelum technical meeting digelar, panitia juga mengadakan forum diskusi dan evaluasi bersama Forum Wasit Abu Janar beserta jajaran Komite Wasit guna membahas sistem pertandingan, mekanisme penunjukan wasit, hingga evaluasi rekam jejak perangkat pertandingan dari berbagai event sebelumnya.
Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati bahwa wasit yang memimpin pertandingan berasal dari wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, mulai dari Tarusan hingga Lunang Silaut, dengan mempertimbangkan rekomendasi Forum Wasit, Komite Wasit, serta tim analis PORTAS FC.
Mantan Wali Nagari Simpang Gunung, Andriadi, juga menyampaikan pesan penuh makna yang menjadi semangat besar masyarakat dua nagari dalam menyukseskan event ini.
“Melalui event ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa kami adalah masyarakat yang kompak, sportif, dan sistematis. Kami ingin menghapus pandangan negatif terhadap daerah kami. PORTAS CUP adalah bukti bahwa kami sangat positif dan mampu menghadirkan kegiatan besar yang tertib, aman, dan bermartabat. Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu dan pecinta sepak bola. Mari bersama-sama meriahkan event besar ini dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Abu Janar selaku perwakilan Forum Wasit Wilayah V.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia PORTAS CUP yang telah memberikan ruang, masukan, dan sinergi kepada forum wasit. Kritik dan saran yang diberikan akan menjadi evaluasi besar bagi kami agar kualitas wasit semakin baik ke depan. Kami siap bersinergi bersama asosiasi, komite wasit, dan panitia demi menyukseskan turnamen ini,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada kualitas pertandingan, PORTAS CUP juga menghadirkan hiburan dan apresiasi bagi masyarakat. Ketua Pemuda, Burdal, menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai hadiah doorprize menarik dari sponsor bagi para penonton yang hadir langsung di arena pertandingan.
Sementara itu, Derix Permata menambahkan bahwa setiap laga juga akan menghadirkan penghargaan Man of The Match lengkap dengan hadiah spesial dari sponsor-sponsor berkelas.
Dengan konsep profesional, sistem transparan, dukungan masyarakat, kolaborasi pemerintah, serta keterlibatan berbagai unsur sepak bola daerah, PORTAS CUP 1 kini menjelma menjadi simbol baru kebangkitan sepak bola akar rumput Sumatera Barat.
Bukan hanya tentang pertandingan. Bukan sekadar perebutan trofi.
Namun tentang harga diri, persatuan, sportivitas, dan lahirnya masa depan sepak bola yang lebih besar dari tanah selatan Sumatera Barat.
