Nasib 2 Oknum Polisi Pengkhianat Negara yang Jual Amunisi ke KKB Papua Berakhir Seperti Ini

Perspektiftoday

Papua-Dua Oknum Polisi penghianat negara ditangkap oleh Satgas Nemangkawi.

Penangkapan tersebut setelah kedua oknum tersebut diduga menjual amunisi kepada KKB Papua.

Perburuan terhadap KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Papua dan pihak-pihak yang menyokong, terus dilakukan.

Seperti diketahui, beberapa bulan belakangan KKB terus berulah dengan meneror warga sipil di sejumlah daerah di Papua. 

Dalam perkembangannya, Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi menangkap dua oknum polisi yang bertugas di Nabire atas dugaan transaksi atau penjualan amunisi terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Penangkapan itu dilakukan pada Rabu (27/10/2021).

Saat dikonfirmasi, Kasatgas Gakum Nemangkawi Kombes Pol Faisal Ramadhani membenarkan adanya informasi itu.

Kedua oknum anggota polisi itu telah diamankan di wilayah Kabupaten Nabire.

“Iya lagi pemeriksaan. Lagi dilakukan pemeriksaan,” kata Faisal dikutip dari laman Tribun News, Jumat (29/10/2021).

Faisal menjelaskan kedua oknum anggota Polri yang ditangkap itu adalah JPO dan AS.

Namun demikian, pihaknya masih belum menjelaskan lebih lanjut status kedua anggota Polri tersebut.

Ia menuturkan keduanya kini masih dalam proses pemeriksaan intensif di Polres Nabire.

“Sementara lagi pemeriksaan. Belum digelar perkara,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, Polri juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya, uang, ponsel, KTP hingga amunisi yang diduga akan dijual kepada KKB Papua.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan agar tiap pimpinan di institusi Polri mampu menjadi teladan bagi anggota lainnya.

Ia menegaskan, tidak akan segan menindak tegas pimpinan yang tak mampu mengelola dengan baik anak buahnya.

“Terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi, maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong,” kata Listyo saat menutup pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, dikutip dari laman Kompas, Kamis (28/10/2021).

Menurut dia, jika pimpinan bermasalah, maka anggota lainnya bakal ikut bermasalah pula. Karena itu, dia mengingatkan agar seorang pemimpin harus mencontohkan hal-hal baik dan mampu bersikap tegas.

“Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala. Kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga,” ucap Listyo.

KKB Papua Kontak Tembak dengan Aparat, Bocah Tewas

Teroris Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua kontak tembak dengan aparat, bocah tewas di Kabupaten Intan Jaya akibat terkena serpihan peluru.

Seorang anak tewas terkena serpihan peluru saat terjadi kontak tembak antara KKB Papua dengan aparat di Kabupaten Intan Jaya.

Ini untuk kesekian kalinya korban anak-anak dalam kontak tembak antara KKB Papua dengan aparat Indonesia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal melalui keterangan tertulis mengungkapkan, bocah tersebut sempat dilarikan untuk mendapat penanganan medis .

Namun, tidak ada tenaga kesehatan di lokasi.

“Melihat kejadian tersebut, keluarga korban hendak membawa kedua putra ke Puskesmas, namun tidak adanya tenaga medis sehingga korban dibawa kembali ke rumah,” kata Kamal, Kamis (28/10/2021).

Meninggal dunia Lantaran terlambat mendapatkan penanganan, satu anak yang terkena serpihan peluru tersebut mengembuskan napas terakhirnya.

Sedangkan anak lainnya masih mengalami luka.

“Diketahui kedua anak tersebut mengalami luka serpihan tembak, satu meninggal dunia dan satu terkena tembakan di punggung belakang,” ujar Kamal.

Keluaga korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Sugapa.

Terkena serpihan saat beraktivitas di sekitar rumah.

Kamal menjelaskan, dua anak tersebut terkena serpihan ketika beraktivitas di sekitar rumah.

Pada saat yang sama terjadi kontak tembak dengan KKB Papua .

“Pada saat terjadinya kontak tembak, dua anak sedang dengan orangtuanya beraktivitas di sekitar rumah, sehingga menjadi sasaran KKB Papua tersebut,” ujar Kamal.

Pada hari yang sama, seorang anggota TNI bernama Serka Asep juga mengalami luka tembak di bagian perutnya dalam kontak senjata dengan KKB Papua di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Serka Asep kini menjalani perawatan di Mimika usai terluka dalam kontak tembak dengan KKB Papua tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *