Kreasi Unik Kelompok Ibu-ibu Desa Pattiro Deceng Maros Bikin Abon Berbahan Dasar Pepaya

Perspektiftoday

MAROS – Kalau biasanya abon dibuat dari daging sapi, ayam, dan ikan, beda halnya dengan yang dilakukan sekelompok Ibu-Ibu di Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Mereka membuat abon bukan dari daging, melainkan dari buah pepaya.

Kreasi abon pepaya ini menggunakan bahan dari pepaya muda yang kulitnya masih berwarna hijau.

Pelatihan pembuatan abon pepaya ini digelar Pemerintah Desa Pattiro Deceng, pada Sabtu (30/10/2021).

Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dari bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa menggunakan dana desa tahun anggaran 2021.

Adapun sasaran dari pelatihan ini adalah kelompok Ibu-Ibu Desa Pattiro Deceng, diantaranya Ibu-Ibu PKK, pelaku UMKM dan masyarakat umum sebanyak 25 orang.

Hadir langsung dalam kegiatan ini Pendamping Lokal Desa Pattiro Deceng, Kepala Desa Pattiro Deceng dan Camat Camba.

Kehadiran Andi Al Iksan selaku Camat Camba sekaligus membuka acara ini secara resmi.

Pemerintah desa juga mengundang beberapa pemateri untuk mengisi acara.

Andi Alfian dari Divisi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mewakili Kepala Dinas Kesehatan membawakan materi mekanisme perijinan PIRT & CPPB pada IRTP.

Adapun Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Maros yang diwakili oleh Hidayatullah Humaeni, membawakan materi pengemasan produk dan pemasaran UMKM.

Sementara Syahriani R langsung praktek bersama peserta pelatihan mengenai teknik pembuatan abon, yang komposisi utamanya adalah pepaya muda.

Dalam sambutannya Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul Kadir menyampaikan bahwa ia menaruh harapan besar pada kegiatan ini.

“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir sebuah produk yang nantinya bisa dipasarkan dan menambah penghasilan” ungkap Kepala Desa Pattiro Deceng yang akrab disapa Kadir tersebut.

Terutama bagi Ibu-Ibu yang membantu perekonomian keluarga di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini di mana semua sektor terkena imbasnya.

Disamping itu pepaya adalah tumbuhan yang sangat mudah berkembang biak.

“Pepaya bisa tumbuh sepanjang tahun tanpa mengenal musim dan selain itu bisa juga ditanam di sekitar rumah sebagai pemanfaatan pekarangan” tambah Kadir.

Selepas pelatihan, Ibu-Ibu merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah desa karena telah melaksanakan kegiatan ini.

“Ini adalah hal baru, bisa menambah pengalaman serta pengetahuan, dan yang paling penting selepas dari sini semoga kami bisa mempraktekkannya baik itu untuk komsumsi pribadi ataupun untuk dijual yang nantinya menambah penghasilan” ucap salah satu peserta, Irma Wati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *