Diduga Dicekik hingga Celana Melorot, Cincin Tunangan Hilang, Fitriani Dibunuh Jelang Pernikahan

PERSPEKTIFTODAY | MEDAN– Nasib pilu menimpa seorang gadis calon pengantin baru bernama Fitriani (19).

Gadis yang sudah bertunangan itu dihabisi jelang pernikahan.

Kasus pembunuhan calon pengantin yang terjadi di Lorong II, Lingkungan VII, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan masih menjadi misteri.

Adapun korbannya, Fitriani (19).Menurut masyarakat, Fitriani dalam waktu dekat akan menikah.Korban akan menikah dengan kekasihnya awal tahun 2022.

Diketahui korban Fitriani telah bertunangan dengan seorang pemuda warga setempat dan akan segera menikah awal tahun depan.

Calon suami korban yang baru pulang dari melaut, tak kuasa menahan air mata mengetahui calon isterinya tak bernyawa.Namun, pada Kamis (16/12/2021) pagi, korban ditemukan tak bernyawa dengan bekas cengkraman di lehernya.Diduga kuat, korban dihabisi dengan cara dicekik.Korban tergeletak di ruang tamu dalam kondisi celana melorot.

Kapolsek Medan Belawan, Kompol J Naibaho mengatakan, bahwa korban dihabisi saat seorang diri di dalam rumah.

Saat kejadian, kebetulan adik korban bernama Lia Amelia (11) tidur di rumah tetangga.Sementara kakak mereka yang paling tua, belum pulang melaut.

  
“Berdasarkan pemeriksaan sementara, ada barang-barang korban yang hilang,” kata Naibaho, kemarin.

Naibaho mengatakan, barang yang hilang berupa satu unit handphone, uang tunai dan cincin emas tunangan milik korban.

Pascakejadian, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, terkait kasus ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk adik korban bernama Lia Amelia.

Dari penuturan adik korban, dia lah yang pertama kali menemukan kakaknya meninggal dunia.

Menurut pengakuan saksi, malam sebelum kejadian, dia meninggalkan kakaknya tidur sendirian di rumah.

Memang, kata saksi, biasanya mereka tidur berdua di rumah jika sang kakak yang paling besar melaut.

Namun, sebelum kejadian, korban lebih memilih tidur sendirian.

Pada Kamis (16/12/2021) sekira pukul 05.00 WIB, saksi yang tidur di rumah tetangga bangun, lalu kembali ke rumah.Saat itu, saksi melihat sang kakak sudah tak bernyawa.

Sontak, saksi menjerit histeris, hingga membangunkan warga lainnya.Setelah mengetahui ada pembunuhan, warga pun berbondong-bondong memadati rumah korban yang berDinding papan tersebut.

Dari keterangan masyarakat, selama ini korban dan adiknya tinggal bertiga dengan sang kakak.

Orangtua mereka, khususnya ibu, sudah menikah lagi dan tinggal di kawasan Kecamatan Medan Labuhan.

Jadi, kata warga, sehari-hari antara korban dan adiknya tinggal berdua saja di rumah, jika sang kakak yang paling besar melaut.

Namun, terkait kasus pembunuhan ini, warga menduga bahwa pelakunya bukan orang jauh.

Sebab, kalaupun korban dicekik, pasti akan melawan dan didengar warga sekitar.

Saat kejadian, warga sekitar mengaku tidak mendengar suara gaduh dari dalam rumah tersebut.

Kendati demikian, polisi sendiri belum bisa menyimpulkan siapa pelaku dalam kasus pembunuhan ini.

Selain itu, ditemukan jejak dan sandal di pinggir rumah korban yang diduga milik seorang yang melakukan pembunuhan.

Kini jasad korban diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *