Predator Anak Coba Bohongi Polisi, Korbannya Bertambah, Motifnya Bikin Geleng Kepala

PERSPEKTIFTODAY | TANJUNG PINANG-Predator anak bernama Hendra ini mencoba mengelabui polisi.

Saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, ia mengaku berbuat tak pantas kepada 8 orang anak di bawah umur yang menjadi korbannya.

Tak hanya perempuan, anak laki-laki di bawah umur pun turut jadi korban aksi pria yang dibekuk Tim Jatanras Satreskrim Polres Tanjungpinang di Jalan MT Haryono KM 8 Tanjungpinang, pada Rabu (15/12/2021) sekira pukul 11.45 WIB ini.

Delapan anak yang menjadi korbannya itu tersebar di 7 lokasi ibu kota Kepri.

Pertama di Tanjung Unggat, Jalan Potong Lembu Kelenteng, Jalan Teladan SD Binaan, Jalan Anggrek Merah, Jalan Teluk Kriting dan Jalan Pemuda Tanjungpinang, dan di Kawasan Dompak.

Belakangan, Hendra mengaku jika korbannya bertambah dua anak di bawah umur lagi.

Sehingga total korban aksi kekerasan yang dibuatnya menjadi 10 anak.

Hendra mengakui dua korban itu setelah pemeriksaan secara intens oleh penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang.

“Total korbannya saat ini ada 10 orang. Dia mengaku ada tambahan 2 anak di bawah umur lagi sebagai korbannya,” ungkap Kapolres Tanjungpinang melalui Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Awal Syakban Harahap, Jumat (17/12/2021).

Awal menambahkan jika laporan polisi yang masuk sampai saat ini baru 2 korban saja.

Pihaknya pun sudah menyebarkan informasi ini ke sejumlah polsek di wilayah hukum Polres Tanjungpinang.

Tujuannya untuk memudahkan jika ada korban lain yang masuk dari aksi bejat predator anak ini.

Kepada polisi, Hendra mengaku tega berbuat tak pantas kepada anak di bawah umur hanya untuk mencari kepuasannya saja.

Penyidik tak begitu saja percaya dengan apa yang keluar dari mulutnya.

“Motifnya menurut pelaku seperti itu. Saat ini masih kami dalami lagi, proses pemeriksaan jga masih berlangsung,” sebutnya.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang itu pun menceritakan awal mula pengungkapan kasus ini setelah mendapat laporan dari salah satu kakak korban yang membuat laporan ke polisi.

“Kejadian itu pada Rabu (06/10/2021) lalu, dimana kakak korban saat itu sedang melaksanakan salat mahgrib di Masjid Raya Dompak. Adiknya pada waktu itu meminta uang untuk beli bakso,” ucapnya mengawali cerita.

Setelah sang kakak usai salat, tidak melihat adiknya lagi.

Ia pun berusaha mencari adiknya itu.

Namun, kakak korban mendapat kabar dari perangkat masyarakat sekitar, keberadaan sang adik ada di kawasan Bundaran Dompak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *