Kisah Nyata: Ingin Kaya, Solihin Jual Sate Bulus di Tengah Kuburan, yang Beli Genderuwo hingga Pocong

Perspektiftoday | Jabar_Memiliki kehidupan yang serba ada, kaya raya tentunya menjadi impian setiap manusia termasuk seorang pria asal Cirebon yang berprofesi sebagai pembuat stempel bernama Solihin.

Namun, sayangnya ambisi Solihin untuk bisa merubah hidup menjadi kaya raya bukan disertai dengan kerja keras melainkan melakukan perbuatan menyimpang dari agama.

Demi mewujudkan mimpinya menjadi kaya raya berlimpah harta, Solihin rela melakukan ritual menjual sate gagak dan sate bulus di tengah kuburan.

Solihin menjual sate gagak dan sate bulus itu bukan kepada manusia melainkan kepada makhluk halus seperti pocong, genderowo hingga siluman.

Dilansir DeskJabar dari kanal YouTube Malam Mencekam, pada video yang diunggah 8 April 2022, berjudul “AMAN DARI TUMBAL !! KESAKSIAN PELAKU RITUAL JUAL SATE GAGAK & SATE BULUS DI TENGAH KUBURAN,” Solihin menceritakan kisahnya saat menjalani ritual gaib berjualan sate gagak dan sate bulus di tengah kuburan.

“Tahun 2014 menjalankan ritual menjual sate gagak dan sate bulus di kuburan untuk mendapatkan kekayaan,” kata Solihin membuka kisahnya.

Pria berusia 51 tahun ini mengaku sempat khilaf dan mendapatkan informasi untuk melakukan ritual gaib dengan tujuan memperkaya diri.

“Waktu itu saya dapat informasi dalam posisi khilaf ngikutin petunjuk-petunjuk dari guru spiritual,” kisahnya.

“Saya dikasih wejangan-wejangan dalam arti saya harus puasa sampai 7 hari,” tambah Solihin.

Selain diminta untuk menjalankan puasa, Solihin juga diberikan amalan berupa 11 mantra yang harus ia baca di waktu-waktu tertentu.

“11 amalan ini yang menurut saya ini bukan dari ayat Al Quran, mungkin agak kejawen,” kata Solihin.

“Karena di sini sengaja dipanggil seolah-olah dari amalan tersebut 11 dari yang saya baca ini sengaja dihadirkan untuk makhluk-makhluk tersebut biar saya nanti pas jualan makhluk tersebut hadir,” sambungnya.

Sebelum melakukan ritual jualan sate gagak dan sate bulus di tengah kuburan, Solihin harus terlebih dahulu menjalankan puasa.

“Puasanya biasa pagi tidak makan, bukanya magrib, ibadah kita jalanin, tapi dari setiap waktu ini, amalan-amalan tersebut kita baca, sengaja dihadirkan di sini, yang saya panggil ini saya sebutin salah satunya Ratu Bilqis,” jelas Solihin.

“Tiga hari kedepannya puasa mutih, buka hanya dengan sebatas 3 kepal nasi putih dengan air putih, atau labu putih tanpa garam,” sambung Solihin.

Setelah selesai menjalankan puasa selama 6 hari, baru pada hari ke-7, Solihin mendapat pentunjuk dari guru spiritualnya.

“Saya dibawa ke suatu tempat, seperti bukit dan terdapat pemakaman umum,” ungkap Solihin.

“Disitu sudah disiapkan sate bulus terdiri dari 217 tusuk. Ada yang daleman, ada yang kulit, ada yang kepala,” paparnya.

Sebelum ditinggal Solihin sempat diberi tahu bahwa nantinya jangan kaget jika sampai ada seperti di dalam pasar.

Solihin juga difasilitasi sarana untuk mengundang makhluk halus berupa madat yaitu apel jin, yang bentuknya seperti apel namun terbuat dari kuningan dan bisa dibuka, di dalamnya terdapat serbuk berwarna hitam yang wangi.

“Itu saya ditinggal cuma pakai celana dalam, hujan gerimis, gelap gulita jauh dari pemukiman penduduk,” kata Solihin.

Pada awal ritual Solihin merasakan menginjak tanah begitu dingin seperti menginjak es batu.

Namun, karena tekadnya begitu kuat untuk melakukan ritual tersebut, hingga akhirnya Solihin pun tak merasakan dingin lagi.

Solihin lantas mulai membakar sate, sambil berteriak menjajakan sate, seketika suasana berubah seperti ada di pasar.

“Saya juga sempet kaget juga kok bisa begini,” katanya.

Tak lama, Solihin pun mendapatkan pelanggan pertamanya, pembeli sate bulus pertama yang dijual Solihin adalah sosok menyerupai serigala.

“Mulai awal ada transaksi jenisnya kaya serigala menyeramkan . Ada taringnya, berlumuran tanah merah,” katanya.

“Dan yang lainnya, yang antri ini ada macam pocong yang jalannya juga loncat-loncat. Ada mungkin genderuwo yang bulunya sampai berumbai-rumbai lah ya, ngeri-ngeri juga sih yang lain-lainnya yang hancur yang gak ada kepalanya, yang cuma sebelah hilang, ada juga yang ngesot-ngesot, jadi macam-macam jenisnya,” jelasnya.

Solihin mengatakan sosok yang disebutnya genderowo adalah yang paling menyeramkan di antara makhluk astral lainnya.

Meski demikian, Solihin justru malah senang ketika sate bulusnya dibeli oleh genderuwo.

“Yang paling serem sekali mungkin ya genderuwo itu sih, tapi royal sekali, butuh berapa sekian, dikasihnya lebih,” kata Solihin.

Saat melakukan ritual menjual sate bulus, Solihin membawa sample uang Rp50.000 sebagai syarat.

“Mungkin kalau saat itu samplenya dollar, ya mungkin dollar bayarnya. Cuma karena dikasih contohnya 50.000 kita ngikutin aja,” katanya.

Solihin menceritakan bahwa saat itu dagangannya cukup laris, bahkan ia sudah mendapatkan uang satu karung penuh.

“Begitu mendekati habis, biasanya saya gak ada rasa takut, amanat dari guru spiritual ini jangan menyebut nama-nama yang ada di Al Quran, atau nama Allah SWT,” katanya.

“Spontan saat itu saking senangnya, dagangan laku, pas transaksi terakhir yang beli wajahnya hancur spontan karena kaget saya ucapkan Allahu Akbar seketika langsung musnah semua jadi seperti awal lagi tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Perjuangan Solihin untuk memperkaya diri dengan cara instan pun gagal. Setumpuk uang di dalam karung dari hasil jualan sate bulusnya pun musnah.

“Sempat ditawari ingin coba lagi atau tidak, tapi saya mikir keluarga juga masa ngasih makan pakai uang gak barokah,” ungkapnya.

Solihin pun berpesan, agar jangan ada yang mencoba untuk mengikuti jejaknya melakukan ritual gaib demi mendapatkan kekayaan.

“Kalau bisa untuk siapapun, muslimin dan muslimat kalau bisa tawadhu aja ibadahnya lebih ditingkatkan, kalau lagi pusing jangan nyari informasi apa mending ke masjid aja mendekatkan diri ke Allah saja,” pesannya.

Solihin mengungkapkan dirinya sudah dua kali menjalani ritual tersebut, yang pertama kala berjualan sate gagak, dan yang kedua berjualan sate bulus.

Namun keduanya gagal, pada ritual pertama Solihin gagal karena secara mental tidak siap melihat wujud-wujud makhluk halus yang mengerikan sehingga ia memilih membaca ayat-ayat Al Quran dan menyebut nama Allah SWT.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *