
Perspektiftoday | Mukomuko-Kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak di Mukomuko terbialng masih dalam kategori minor. Hal ini mendapatkan respon dari Ketua DPRD Mukomuko, M. Ali Saftaini, SE.
“Kami tidak bisa menyalahkan pemerintah juga, soalnya regulasi sudah ada, sosialisasi juga sudah, tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana pola pendidikan di rumah dari orangtua kepada anaknya,” ungkap Orang Nomor 1 di Jajaran DPRD Mukomuko tersebut di Aula Bappelitbangdakab Mukomuko, Senin, 28/11/2022.
Dia melanjutkan, miris dengan kasus yang kerap terjadi pada anak dan perempuan, dimana biasanya pelaku berasal dari lingkungan dan keluarga sendiri.

Dia mendorong agar seluruh elemen masyarakat turut membantu pemerintah melakukan sosialisasi dan pembelajaran sehingga masyarakat dapat memahami betapa pentingnya menjaga marwah terhadap anak-anak agar tumbuh sehat dan memiliki jaminan masa depan yang gemilang.
Politisi muda tersebut berharap, Pemkab Mukomuko melalui dinas terkait bahkan Satuan Tugas (Satgas) dari kepolisian untuk memberantas pelaku-pelaku kejahatan pada anak dan perempuan.
“Peran serta dan kepedulian masyarakat sekitar sangat diperlukan,” tutup Ali Saftaini.
Kendati didukung anggaran dan sebagainya, dikatakan politisi Muda tersebut, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terus meningkat. Menurutnya, jika tidak didukung dengan anggaran yang ada mungkin bisa lebih meningkat dan tinggi lagi kekerasan terhadap anak di Mukomuko.

“Maka Kita harus pisahkan dulu substansi masalahnya. Semoga nanti berkurang kasus nya,” jelasnya.
Tak lupa dirinya mengajak Dinas terkait untuk meningkatkan lagi sosialisasi untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Walau bagaimanapun anak merupakan cikal-bakal pemimpin bangsa mendatang.
“Saya berharap gaya pengawasan dan pendekatan di ubah dengan yang lebih tepat sasaran dan lebih di mengerti. Umumnya Pelaku anggap remeh, tidak tahu betapa pedih dan peliknya jika tersangkut hukum, dengan ancaman tinggi di atas 10 tahun Penjara aja tidak takut,” tutupnya.
Ali Saftaini mengatakan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tidak bisa diliat dari satu sisi, karena hal itu seperti kasus gunung es.
Menurutnya belum tentu semua korban akan mau melaporkan, biasanya yang melaporkan kasus seperti ini hanya yang siap mental . Bagi mereka yang tidak siap mental pasti mereka hanya diam, karena merasa malu dan dalam tekanan psikis.
Dikemukakannya ketika Ketua DPRD Mukomuko melakukan Sosialisasi bersama PPKBPPPA Mukomuko di Kantor Kecamatan Kota Mukomuko, dirinya meminta PPKBPPPA untuk membuat hotline pengaduan agar masyarakat yang mengalami kekerasan terlebih kekerasan seksual, bisa melaporkan melalui telepon atau melalui pesan singkat.
Politisi Muda itu juga meminta PPKBPPPA Mukomuko lebih intens dalam pendekatan terhadap masyarakat untuk mensosialisasikan pencegahan kekerasan perempuan dan anak.
“Intinya penanganan dan pecegahan, harus bisa lebih intens dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat, seperti sosialisasi. Masyarakat harus diajarkan bagaimana jika nantinya mengalami kekerasan, cara pelaporannya seperti apa. Itu yang paling penting harus edukasi ,” harap Ali Saftaini.[Arios Santoso/Adv]
