Perspektiftoday | Bengkulu Utara-Di tanah yang menyimpan jejak sejarah, doa-doa dipanjatkan, bunga-bunga ditaburkan. Ziarah ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mengabdikan hidupnya demi masyarakat. Bukan hanya tokoh dalam sejarah, tetapi juga simbol keteladanan, kearifan, dan perjuangan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Makan Bersama warga setempat juga dilaksanakan. Ini adalah wujud kepedulian sosial yang mengakar dalam nilai gotong royong dan kebersamaan, mencerminkan semangat saling menghargai yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Bupati Arie bersama keluarga besarnya Selamat Group serta rombongan dengan masyarakat Desa Aur Gading melakukan ziarah ke makam Muning hilang Dilaman, Muning melenggang alam dan Muning segetar alam Didesa Aur Gading kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara. Minggu (13/04/2025).

Bupati Arie yang didampingi orang tuanya Bapak Yanto SG, Wak Bupati Arie, Ros Efendi SG dan Zulman SG Bersama Rombongan disambut Langsung oleh Kepala Desa Aur Gading dan masyarakat Desa Aur Gading, ketua Forum Kepala Desa kecamatan kerkap didampingi para kepala desa, dan camat kecamatan kerkap.
Setibanya di makam, Bupati Arie dan rombongan terbatas berdoa di samping makam Muning melenggang alam, Leluhur Yang tinggal di desa Aur Gading dan dimakamkan didesa tersebut, beberapa abad yang silam.
Dalam Momen ziarah kemakam tuo Didesa Aur Gading, Bupati Arie menyampaikan rasa bahagianya dapat berkunjung dan berkumpul bersama keluarga besarnya yang ada didesa Aur Gading dan sekitarnya sekaligus melakukan ziarah kemakam Leluhur.
“Hari ini saya sangat bersyukur karena bisa balik Kedesa Aur Gading bisa berkumpul dengan sanak keluarga, dan hari ini kita mengadakan jamuan dan makan bersama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada kita semua,”. Ungkap Bupati Arie.

Lanjut Bupati Arie, semoga apapun hajat kita hari ini mendapat Ridho Allah SWT dan mendapatkan berkah. Momen kebersamaan ini merupakan kebahagiaan bagi saya
Kita harus bersyukur karena diberikan persaudaraan yang kuat, persatuan yang kuat, ukhuwah islamiyah kita yang kuat. Tutup Bupati Arie.
Disisi Lain dari sudut pandang Dalam konteks Islam. Ziarah ke makam para wali Atau para leluhur ini telah menjadi bagian integral dari tradisi keagamaan di berbagai belahan dunia Muslim, termasuk Indonesia.
Penting untuk dipahami bahwa ziarah kemakam Leluhur atau kental disebut Kubur leluhur, oleh sebagian masyarakat Indonesia, bukanlah bentuk penyembahan terhadap makam atau individu yang telah meninggal.
Sebaliknya, ini adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengambil inspirasi dari kehidupan orang-orang saleh dan orang orang tua terdahulu yang telah mendidik kita, sehingga kita mengerti akan baik dan buruk satu berbuatan dan mengenal kan kepada kita, tentang ilmu agama Islam.
Penulis : Wenda T [Adv]
Editor : PerspektifTeam
Copyright@perspektif.today2025
